Jakarta | iji.red — Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di kawasan Dunia Fantasi (Dufan), Ancol, Sabtu (25/7/2026), tidak sekadar menghadirkan suasana penuh kegembiraan bagi ratusan anak,Di balik riuh tawa dan semangat bermain, tersampaikan pesan penting bahwa pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari pemenuhan hak-hak dasar anak sebagai generasi penerus bangsa.

Sebanyak 400 anak yang berasal dari yayasan yatim piatu dan berbagai komunitas binaan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) memperoleh kesempatan menikmati berbagai wahana edukatif melalui program “Main Ceria di Dufan”, hasil kolaborasi antara KemenPPPA dan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.
Kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa perlindungan anak tidak cukup diwujudkan melalui regulasi dan kampanye semata, Anak-anak membutuhkan ruang aman untuk bermain, belajar, berinteraksi, sekaligus membangun karakter sejak dini sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Di tengah masih munculnya berbagai persoalan yang mengancam tumbuh kembang anak, mulai dari kekerasan, perundungan, hingga keterbatasan akses terhadap ruang publik yang ramah anak, kegiatan seperti ini menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dapat menghadirkan manfaat yang langsung dirasakan oleh anak-anak.
Tak hanya menikmati wahana rekreasi, para peserta juga diajak mengikuti aktivitas yang mendorong keberanian, kerja sama, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi, Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi yang tangguh, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial.
Momentum Hari Anak Nasional 2026 juga memperlihatkan semakin kuatnya keterlibatan sektor swasta dalam mendukung agenda pemenuhan hak anak, Kehadiran berbagai program edukatif di kawasan Ancol menunjukkan bahwa destinasi wisata dapat berkembang menjadi ruang pembelajaran yang menyenangkan sekaligus memperkuat tumbuh kembang anak secara sosial dan emosional.

Melalui berbagai kegiatan yang melibatkan keluarga dan masyarakat, Ancol menghadirkan suasana yang menempatkan anak sebagai pusat perhatian,Pendekatan tersebut dinilai mampu memperkuat kesadaran bersama bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa.
Pengamat pendidikan menilai investasi terhadap anak merupakan langkah strategis yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia pada masa mendatang, Anak-anak yang tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, inklusif, dan penuh dukungan memiliki peluang lebih besar menjadi generasi yang inovatif, berintegritas, dan mampu bersaing di tingkat global.
Perayaan Hari Anak Nasional di Ancol pun menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan negara menghadirkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang setiap anak Indonesia.
Tawa yang menghiasi wajah 400 anak di Dufan pada hari itu menjadi lebih dari sekadar ekspresi kebahagiaan,Ia menjadi simbol harapan, sekaligus pesan bahwa setiap kebijakan yang berpihak kepada anak merupakan investasi paling berharga untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang inklusif, berdaya saing, dan berkeadilan bagi seluruh generasi penerus bangsa.