60 Penggarap petani desa Tanjung bulan terancam kelaparan akibat Irigasi AIR lemutu Mangkrak

Date:

 

Muara Enim, Sabtu 22 Agustus 2026 – Puluhan keluarga petani di Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim  saat ini dalam kondisi memprihatinkan. Aliran air dari Jaringan Irigasi Ataran lubuk genteng Air Lemutu dan Drainase Air Lubuk Genting sudah berbulan-bulan tidak mengalir, menyebabkan puluhan hektare sawah gagal tanam dan gagal panen.

Proyek Pengembangan Jaringan Irigasi Ataran Lubuk genteng Air Lemutu TA 2025 dengan nilai kontrak sekitar Rp7,16 Miliar tersebut merupakan kegiatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muara Enim* dan dikerjakan oleh PT DCK.

“Air tidak mengalir, sawah kami kering. Ada 60 penggarap petani di Desa Tanjung Bulan yang terdampak. Kalau ini dibiarkan, perut warga terancam kelaparan,” ujar perwakilan warga.

Kerugian Ditaksir Rp1,5 Miliar
Berdasarkan data warga, akibat kerusakan tembok penahan saluran, petani mengalami gagal panen dengan perkiraan kerugian 5 ton gabah per bidang. Jika diakumulasikan, total kerugian 60 Kepala Keluarga ditaksir mencapai *kurang lebih Rp1,5 Miliar

Diduga Ada Penyimpangan, Kasus Ditangani Kejati Sumsel
Permasalahan ini juga telah menjadi perhatian penegak hukum. Berdasarkan informasi yang beredar, proyek ini terkait dengan *dugaan perkara gratifikasi dan suap pencairan uang muka  yang saat ini sedang ditangani oleh  Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.

Dalam proses persidangan dan penyidikan juga mencuat dugaan keterlibatan perusahaan lain seperti *PT Dana Diva Saat ini diketahui sedang berlangsung sidang penolakan eksepsi oleh Jaksa Penuntut Umum.

Warga dan sejumlah elemen masyarakat menyuarakan kasus ini melalui media sosial dengan tagar #KEJATI_RI #KEJATI_SUMSEL_KETUT #KEJARI_MUARA_ENIM #KPK_RI #DPR_RI_KOMISI_III.

Tuntutan
Warga Desa Tanjung Bulan mendesak:
1. Kejati Sumsel, KPK, dan DPR RI Komisi III untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan proyek.
2. Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan Dinas PUPR* untuk segera melakukan perbaikan darurat irigasi agar musim tanam berikutnya tidak gagal lagi.

“Kami tidak menuntut apa-apa. Kami hanya ingin air untuk sawah kami mengalir kembali. Itu satu-satunya harapan agar kami tidak kelaparan,” tutup warga.

Demikian siaran pers ini disampaikan untuk menjadi perhatian publik dan pihak terkait.

Hormat kami,
Warga Petani Desa Tanjung Bulan
Kec. Tanjung Agung, Kab. Muara Enim

iJi/ Indonesia jurnalis independen Naswani)

 

Bagikan Artikel

Langganan

Popular

Lebih banyak seperti ini
Related

Maulid Nabi Muhammad SAW di Karangbendo Berlangsung Meriah, Warga Bersatu dalam Kebersamaan dan Sholawat

BANYUWANGI — ijired Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW bersama...

Tinjau Kesiapan Alutista Jepang, Dandim 1209/Bengkayang Monitor Unloading Kapal Pendarat LCAC 

  Bengkayang – Dandim 1209/Bky Letkol Inf Aprianda, S.H., M.Sc.,...

Tinjau Karhutla di Lahan Gambut Kubu Raya, Wapres Tekankan Pentingnya Pengawasan Berkelanjutan

  Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau langsung titik kebakaran...

Sodik dan Kasie Tramtib Cipondoh kesalahpahaman berakhir Saling Memaafkan

IJI.RED  — TANGERANG — CIPONDOH. Kesalahpahaman yang sempat terjadi...