Terduga Pelaku Tawuran Jalan Raya Viktor Belum Tertangkap, Tangsel Bersatu Desak Transparansi Polres Tangsel

Date:

iji.red

Tangsel, 27 Oktober 2026 — Peristiwa tawuran yang terjadi di Jalan Raya Viktor, Serpong, Tangerang Selatan, pada 23 September 2026 sekitar pukul 03.00 WIB, menimbulkan keprihatinan mendalam. Insiden tersebut dilaporkan mengakibatkan salah satu korban mengalami luka serius akibat sabetan benda tajam hingga menyebabkan usus korban keluar.

Peristiwa yang menimbulkan dampak serius terhadap keselamatan masyarakat ini menjadi perhatian Tangsel Bersatu, khususnya terkait perkembangan penanganan perkara dan upaya penegakan hukum terhadap seluruh pihak yang diduga terlibat.

Hingga satu bulan setelah kejadian, belum tertangkapnya terduga pelaku utama menimbulkan pertanyaan publik mengenai efektivitas proses penyelidikan, strategi pengejaran, serta langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Polres Tangerang Selatan. Terlebih, informasi mengenai penanganan perkara dan penangkapan sebagian pihak yang diduga terlibat belum sepenuhnya menjawab pertanyaan masyarakat mengenai keberadaan terduga pelaku lainnya.

Ketua Divisi Humas Tangsel Bersatu, Julio Wijaya, menyampaikan keprihatinan atas belum tuntasnya penanganan kasus tersebut. Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai perkembangan proses hukum, terutama dalam perkara yang mengakibatkan korban mengalami luka serius.

“Penanganan perkara ini harus menjadi perhatian serius. Masyarakat perlu mengetahui sejauh mana proses pengejaran terhadap terduga pelaku yang belum tertangkap, kendala apa yang dihadapi aparat, serta langkah konkret apa yang akan dilakukan agar perkara ini dapat dituntaskan,” ujar Julio Wijaya.

Julio juga menyampaikan kekhawatiran bahwa para terduga pelaku utama yang belum tertangkap masih berada di luar jangkauan aparat. Ia tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain yang menghambat proses penegakan hukum, termasuk dugaan perlindungan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Namun, dugaan tersebut harus ditelusuri dan dibuktikan melalui penyelidikan yang profesional, bukan berkembang menjadi spekulasi tanpa dasar.

Tangsel Bersatu menegaskan bahwa penangkapan sebagian pihak yang diduga terlibat tidak serta-merta mengakhiri tanggung jawab aparat dalam mengungkap keseluruhan peristiwa. Penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh, berdasarkan alat bukti, serta menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

Atas dasar itu, Tangsel Bersatu mendesak Polres Tangerang Selatan untuk:

1. Menyampaikan perkembangan terbaru penanganan perkara secara terbuka dan proporsional, termasuk status pencarian terhadap para terduga pelaku yang belum tertangkap, sepanjang tidak mengganggu proses penyidikan.

2. Menjelaskan langkah-langkah konkret pengejaran yang telah dan sedang dilakukan, termasuk upaya pelacakan, pengumpulan informasi, serta koordinasi antarunit terkait.

3. Mengusut tuntas seluruh pihak yang diduga terlibat, berdasarkan alat bukti dan ketentuan hukum yang berlaku, tanpa tebang pilih.

4. Menindaklanjuti setiap informasi mengenai kemungkinan adanya pihak yang membantu atau melindungi terduga pelaku, apabila ditemukan bukti yang mendukung dugaan tersebut.

5. Memberikan kepastian informasi kepada masyarakat dan korban, agar penanganan perkara tidak menimbulkan ketidakpastian berkepanjangan serta tetap menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Tangsel Bersatu memahami bahwa proses penyelidikan dan pengejaran pelaku dapat menghadapi berbagai kendala. Namun, kondisi tersebut tidak menghilangkan pentingnya komunikasi publik yang jelas, terukur, dan bertanggung jawab. Masyarakat perlu mendapatkan penjelasan mengenai perkembangan perkara tanpa harus bersandar pada dugaan atau informasi yang belum terverifikasi.

“Kami tidak ingin perkara ini berhenti pada penangkapan sebagian pihak saja. Kami berharap seluruh rangkaian peristiwa dapat diungkap secara menyeluruh dan para pihak yang terbukti terlibat diproses sesuai hukum. Kami meminta Polres Tangsel memberikan penjelasan yang konkret kepada publik mengenai perkembangan kasus ini dan langkah berikutnya,” tegas Julio Wijaya.

Tangsel Bersatu menegaskan bahwa tuntutan ini bukan dimaksudkan untuk mengintervensi proses penyidikan, melainkan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap keselamatan umum, keadilan bagi korban, serta pentingnya akuntabilitas dalam penegakan hukum.

Tangsel Bersatu berharap Polres Tangerang Selatan dapat segera memberikan keterangan resmi yang komprehensif mengenai perkembangan penanganan perkara ini. Transparansi yang proporsional, penyelidikan yang profesional, dan penegakan hukum yang konsisten merupakan langkah penting untuk menjawab keresahan masyarakat serta memulihkan kepercayaan publik. (Toni)

Bagikan Artikel

Langganan

Popular

Lebih banyak seperti ini
Related

KASAT SATPOL PP KOTA DISOROT, KONFIRMAS JURNALIS SOAL PENERTIBAN PKL GOR,TAK KUNJUNG MENDAPAT JAWABAN

IJI RED — TANGERANG — Penanganan penertiban pedagang kaki...

Dikawal 200 Massa Gabungan Ormas, DPRD Muara Enim Mediasi Kopsbara & 4 IUP Tambang MoU Resmi

  MUARA ENIM, IJI SUMSEL - Rapat koordinasi antara Koperasi...

Gelar Muskercab di Hotel Griya Serasan, DPC PKB Muara Enim Target 7 Kursi Pimpinan DPRD 2026

  MUARA ENIM, IJI SUMSEL -Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai...

Kapolda Aceh Pimpin Pengambilan Sumpah dan Pakta Integritas Seleksi Dikbang Terpadu Tahun 2027

Banda Aceh — Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan...