Ketika Kabut Menari Gamelan Tak Bertuan Berbunyi,Petaka Gunung WelirangSiap Menghidupkan Mimpi Buruk Pendaki

Date:

JAKARTA, Iji.red – Tidak semua pendakian berakhir di puncak,Ada perjalanan yang justru membawa seseorang masuk ke wilayah yang tak pernah tercantum di peta, tempat logika kehilangan arah dan ketakutan mengambil alih kendali,Nuansa itulah yang dibawa film horor petualangan Petaka Gunung Welirang, yang diperkenalkan kepada publik melalui gala premiere dan konferensi pers di Epicentrum XXI Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2026), Film produksi Starvision tersebut menawarkan pengalaman horor yang berbeda dari kebanyakan film sejenis, dengan memadukan kisah pendakian, legenda lokal, dan misteri yang konon berakar dari pengalaman nyata.

Sejak adegan pembuka, penonton seolah diajak menapaki jalur pegunungan yang perlahan berubah menjadi labirin ketakutan,Bukan hanya ancaman alam yang harus dihadapi para tokoh, tetapi juga kehadiran sesuatu yang tak terlihat namun terasa begitu dekat.

Disutradarai oleh Indra Gunawan, film ini terinspirasi dari pengalaman Maya Azka yang pernah mengalami kejadian ganjil saat berada di kawasan Gunung Welirang, Pengalaman tersebut kemudian berkembang menjadi cerita layar lebar yang menghadirkan teror khas pegunungan Jawa dengan sentuhan budaya yang kuat.

Kisahnya mengikuti lima sahabat yang merayakan kelulusan dengan melakukan pendakian bersama, Namun perjalanan yang awalnya penuh canda berubah drastis ketika mereka memasuki kawasan misterius yang dikenal dengan nama Alas Lali Jiwo.

Di tengah kabut tebal yang menyelimuti hutan, mereka mulai mengalami kejadian-kejadian yang sulit diterima akal sehat,Suara gamelan terdengar tanpa sumber, sosok-sosok asing muncul di antara pepohonan, dan jalur yang mereka lalui seakan bergerak mengubah arah, Semakin jauh mereka melangkah, semakin tipis batas antara dunia nyata dan dunia yang selama ini hanya hidup dalam cerita rakyat.

Produser Chand Parwez Servia menilai film ini tidak sekadar mengandalkan kejutan horor,Menurutnya kekuatan cerita justru terletak pada bagaimana rasa takut mampu mengubah hubungan antarmanusia, menguji persahabatan, serta memunculkan sisi terdalam dari karakter-karakter yang terjebak dalam situasi ekstrem.

Sementara itu, Indra Gunawan menegaskan bahwa pendekatan realistis menjadi salah satu fokus utama selama proses produksi, Suasana pendakian dibuat sedekat mungkin dengan kondisi sebenarnya agar penonton dapat merasakan tekanan, kelelahan, sekaligus ketidakpastian yang dialami para tokoh.

Kehadiran para pemain muda seperti Antonio Blanco Jr, Alika Jantinia, Giulio Parengkuan, Razan Zu, dan Jinan Safa turut memberikan energi tersendiri dalam film ini, Interaksi mereka menghadirkan gambaran persahabatan yang akrab, namun perlahan retak ketika teror mulai menguasai keadaan.

Lebih dari sekadar kisah tentang makhluk gaib, Petaka Gunung Welirang menyelipkan pesan mengenai pentingnya menghormati alam dan kearifan lokal, Film ini mengingatkan bahwa tidak semua tempat bisa diperlakukan sebagai lokasi wisata biasa, karena ada nilai, tradisi, dan kepercayaan yang hidup bersama masyarakat setempat selama bertahun-tahun.

Menjelang penayangannya pada 2 Juli 2026 di seluruh bioskop Indonesia, film ini mulai disebut sebagai salah satu horor lokal yang paling menarik perhatian tahun ini,Perpaduan antara legenda pegunungan, budaya Nusantara, dan drama psikologis menjadikan Petaka Gunung Welirang lebih dari sekadar tontonan menakutkan.

Karena terkadang, bahaya terbesar dalam sebuah pendakian bukanlah jurang yang terlihat di depan mata, melainkan jalan yang tiba-tiba menghilang ketika seseorang terlalu jauh memasuki wilayah yang seharusnya tidak disentuh.

Bagikan Artikel

Langganan

Popular

Lebih banyak seperti ini
Related

IJI.RED BANTEN 28 JULI 20226 ,-- Viralnya kasus dugaan...

Buka Ruang Dialog Dengan Warga Di Puncak Jaya, Satgas Operasi Damai Cartebz 2026 lakukan Patroli Jalan Kaki

IJI.RED Puncak Jaya, 28 Juli 2026 Personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026...

Tes Lari Selama 12 Menit, Jonathan, Catar Asal Polda Kalteng Berhasil Menempuh Jarak 3.575 Meter

IJI.RED Semarang, 28 Juli 2026 Seleksi Tingkat Pusat Calon Taruna (Catar)...

PERMAHI Nyatakan Mosi Tidak Percaya kepada Kapolda Sulbar, Polda Dinilai Tutup Ruang Dialog

IJI Red. MAMUJU : Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan...