Viral Tuduhan “Pemeras Berkedok Aktivis”, Ketua FPPM Mamasa Tempuh Jalur Hukum

Date:

IJI Red MAMASA : Tak terima nama baik dan martabatnya diinjak-injak di ruang publik, Ketua Forum Pemuda Pelajar Mahasiswa (FPPM) Kabupaten Mamasa, Muhammad Ahyar Anwar, resmi mengambil langkah tegas. Ia melaporkan dugaan pencemaran nama baik dan fitnah keji yang menyerang dirinya di media sosial ke Polres Mamasa.

Langkah hukum ini dipicu oleh sebuah unggahan yang mendadak viral dari akun Facebook WARKOP MAMASA. Akun tersebut memajang foto Ahyar Anwar yang dibubuhi narasi provokatif dan tuduhan berat bahwa dirinya adalah seorang “pemeras berkedok aktivis.”

Tak berhenti di situ, unggahan tersebut makin memantik emosi dengan kalimat menohok:

“Tidak di Mamuju, Mamasa. Memerasji na kerja!!”

Sontak, unggahan itu menjadi bahan pergunjangan panas, meraup puluhan reaksi, dan memancing komentar pedas dari warganet.

Menanggapi tuduhan liar tersebut, Ahyar Anwar menegaskan bahwa tindakan akun tersebut sudah sangat melampaui batas dan secara sengaja dibentuk untuk menggiring opini publik guna merusak reputasinya.

Ia menantang balik pihak-pihak di balik akun tersebut untuk membuktikan semua tuduhannya di hadapan hukum, bukan sekadar memunculkan narasi miring di media sosial.

“Jika ada tuduhan terhadap saya, tentu harus dapat dibuktikan berdasarkan fakta dan mekanisme hukum! Jangan sampai tuduhan liar yang belum terbukti disebarluaskan di media sosial hingga merugikan nama baik seseorang,” tegas Ahyar dengan nada keras.

Ahyar menambahkan, dirinya sama sekali tidak anti-kritik dan sangat menghormati kebebasan berpendapat. Namun, ada garis tegas antara kritik membangun dan kejahatan pembunuhan karakter (character assassination). Menurutnya, serangan di media sosial tersebut jelas merupakan bentuk tuduhan tanpa dasar yang wajib dipertanggungjawabkan secara hukum.

Melalui laporan resmi ini, Ahyar Anwar mendesak aparat penegak hukum untuk bergerak cepat, transparan, dan profesional. Ia meminta polisi tidak hanya memeriksa materi unggahan, tetapi juga membongkar tuntas siapa dalang di balik pembuatan dan penyebaran konten tersebut.

Di akhir pernyataannya, Ahyar mengimbau masyarakat luas agar tidak mudah terprovokasi dan tidak langsung menelan mentah-mentah tuduhan sepihak di media sosial sebelum ada pembuktian hukum yang sah.

Kini, bola panas ada di tangan aparat penegak hukum untuk membongkar siapa sosok di balik akun WARKOP MAMASA dan membuktikan kebenaran di balik perselisihan panas ini. (ZUL)

Bagikan Artikel

Langganan

Popular

Lebih banyak seperti ini
Related

Maulid Nabi Muhammad SAW di Karangbendo Berlangsung Meriah, Warga Bersatu dalam Kebersamaan dan Sholawat

BANYUWANGI — ijired Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW bersama...

Tinjau Kesiapan Alutista Jepang, Dandim 1209/Bengkayang Monitor Unloading Kapal Pendarat LCAC 

  Bengkayang – Dandim 1209/Bky Letkol Inf Aprianda, S.H., M.Sc.,...

Tinjau Karhutla di Lahan Gambut Kubu Raya, Wapres Tekankan Pentingnya Pengawasan Berkelanjutan

  Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau langsung titik kebakaran...

Sodik dan Kasie Tramtib Cipondoh kesalahpahaman berakhir Saling Memaafkan

IJI.RED  — TANGERANG — CIPONDOH. Kesalahpahaman yang sempat terjadi...