IJI Red MAMUJU : Tabuh genderang perang meletus di Mamuju. Dituduh melakukan pemerasan berdarah dingin sebesar Rp12 juta terhadap Honda Balindo Mamuju hingga mengancam bakal menggelar aksi demonstrasi besar-besaran, Ismuliadi akhirnya ‘meledak‘. Dengan tensi panas dan emosi memuncak, ia menyapu bersih semua tuduhan liar itu sebagai skenario pembunuhan karakter paling kotor dan fitnah keji tanpa ampun.
“Ini pembunuhan karakter yang amat sangat jahat! Saya tegaskan, Saya TIDAK PERNAH memeras sepeser pun, tidak pernah mengancam, bahkan tidak pernah sekali pun kontak dengan pihak Honda Balindo!” cetus Ismuliadi dengan nada tinggi, menyemprot pihak-pihak yang dinilainya sengaja merekayasa narasi sampah demi menjatuhkan martabatnya.
Pertempuran opini ini kian memanas setelah Ismuliadi membongkar fakta menohok, bagaimana mungkin pemerasan dan ancaman bisa terjadi jika ruang komunikasi, baik formal maupun informal, antara dirinya dan manajemen Honda Balindo Mamuju sama sekali nol besar?
Tudingan yang dihembuskan oknum tak bertanggung jawab ini dinilai bukan sekadar kabar burung, melainkan konspirasi jahat yang dirancang halus untuk menggiring opini publik dan menginjak-injak integritas yang bertahun-tahun ia bangun.
Ogah menoleransi intimidasi berupa narasi murah, Ismuliadi menutup pintu damai rapat-rapat. Ia mengambil posisi menyerang dan siap melancarkan aksi hukum radikal. Seluruh jejak digital, pemberitaan liar, hingga dalang di balik penyebaran hoaks ini tengah diinventarisir untuk diseret ke ranah pidana UU ITE dan pencemaran nama baik.
“Saya tidak akan tinggal diam! Siapa pun yang bermain di balik fitnah kotor ini, siap-siap berhadapan dengan hukum. Jangan pernah main-main dengan kehormatan saya!” gertak Ismuliadi mengunci keterangannya. (ZUL)