Yayasan Syarif Hidayatullah Kecam Kekerasan UIN dalam Penguasaan Lahan SD Islam Pembangunan Pamulang

Date:

iji.red

Tangsel, 28 Agustus 2026 – Kasus Sengketa Lahan SD Islam Pembangunan Pamulang milik Yayasan Syarif Hidayatullah terus memanas. Pihak Yayasan Syarif Hidayatullah kecam sikap UIN yang melakukan kekerasan di duga memakai campus tangan Ormas dan kerap menteror pihak sekolah.

Sengketa pengelolaan dan status aset antara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan Yayasan Syarief Hidayatullah memasuki babak yang semakin sensitif.

Persoalannya kini bukan semata soal siapa yang berhak mengelola aset pendidikan. Konflik tersebut mulai bersinggungan dengan ruang yang seharusnya steril dari tarik-menarik kepentingan: lingkungan sekolah dan aktivitas belajar anak.

Pengelola SD Islam Pembangunan (SDIP) Pamulang, Yayasan Syarief Hidayatullah (YSH), meminta aparat penegak hukum berhati-hati menangani persoalan tersebut agar eskalasi konflik tidak berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar.

Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah Ilham Aufa, menegaskan pihaknya tidak ingin persoalan sengketa tersebut justru membuat anak-anak menjadi pihak yang paling dirugikan.

“Kami tidak berharap ini viral. Kami juga tidak berharap persoalan ini diketahui publik, karena yang paling kami pikirkan adalah bagaimana pendidikan anak-anak yang ada tetap berjalan,” ujar Ilham Aufa dalam konferensi pers di kawasan Pamulang square, Jumat (28/8/2026).

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa konflik yang awalnya berkisar pada persoalan aset kini memiliki konsekuensi yang lebih luas.

Di satu sisi, terdapat pertarungan klaim mengenai status dan pengelolaan aset. Di sisi lain, terdapat aktivitas pendidikan yang harus tetap berjalan setiap hari.

Yayasan menyatakan tetap berupaya menjaga agar siswa tidak mengetahui secara langsung konflik yang terjadi di sekitar lingkungan mereka.

“Kami akan tetap mengusahakan yang terbaik. Kepentingannya adalah anak-anak bisa sekolah kembali tanpa ada gangguan, terutama secara psikologis,” katanya.

Upaya tersebut disebut mulai menunjukkan hasil. Sejumlah guru bahkan mengunggah aktivitas siswa di sekolah yang memperlihatkan kegiatan belajar tetap berlangsung dan anak-anak masih terlihat bersemangat.

Namun, situasi di sekitar sekolah belum sepenuhnya dianggap kondusif.

Ilham mengungkapkan masih terdapat pihak lain yang datang ke lingkungan sekolah pada pagi hari dan mengambil foto di sekitar lokasi.

Kehadiran pihak-pihak tersebut, meski disebut tidak dilakukan secara mencolok, dinilai berpotensi mengganggu suasana kenyamanan sekolah.

Di sinilah persoalan sengketa aset tersebut menjadi semakin pelik.

Sebab, ketika konflik hukum dan perebutan kewenangan mulai memasuki lingkungan pendidikan, pertanyaan yang muncul bukan hanya siapa pemilik atau pengelola aset tersebut.

Sengketa mengenai aset dan legalitas tentu memiliki jalur penyelesaian hukum. Namun, proses tersebut semestinya tidak mengorbankan hak siswa untuk belajar dalam suasana aman dan nyaman.

Yayasan pun meminta aparat penegak hukum memastikan penanganan persoalan dilakukan secara terukur dan tidak menimbulkan gangguan baru terhadap aktivitas sekolah. ” Ujar ilhan Aura. (Toni)

Bagikan Artikel

Langganan

Popular

Lebih banyak seperti ini
Related

Sodik dan Kasie Tramtib Cipondoh kesalahpahaman berakhir Saling Memaafkan

IJI.RED  — TANGERANG — CIPONDOH. Kesalahpahaman yang sempat terjadi...

Pupuk Subsidi Diduga Diselundupkan ke Mamuju Tengah, APMM Tantang Pemkab dan APH Bertindak

IJI Red MAMASA : Skandal dugaan penyelundupan pupuk subsidi dari...

Kapolsek Tanjung Agung Bersama Serdik Sespimmen Polri Dikreg 67 Gelar FGD Mitigasi Karhutla

  MUARA ENIM – Dalam rangka mendukung upaya pencegahan dan...