Arwani Hidayat: KOLeksi dan PERIKLINDO Perkuat Kolaborasi, Dorong Ekosistem Mobil Listrik
Melalui Edukasi dan Literasi Masyarakat
Jakarta, – Ketua Umum Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (KOLeksi), Arwani Hidayat, menegaskan pentingnya kolaborasi antara komunitas pengguna kendaraan listrik dan industri manufaktur dalam membangun ekosistem kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) yang kuat, berkelanjutan, dan semakin dikenal masyarakat luas, Rabu, (28/10/2026) di Movenpick Jakarta.
Hal tersebut disampaikan Arwani Hidayat dalam kegiatan PERKLINDO EV Conference 2026: The Future of Clean Efficient Mobility. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum awal kolaborasi antara KOLeksi sebagai wadah para pengguna kendaraan listrik dengan PERIKLINDO sebagai organisasi yang menaungi industri kendaraan listrik di Indonesia.
“Acara hari ini mengawali kolaborasi antara kami, KOLeksi, yang merupakan wadah bagi para pengguna kendaraan listrik, dengan PERIKLINDO sebagai wadah industri manufaktur kendaraan listrik. Kolaborasi ini dalam rangka mewujudkan ekosistem mobil listrik yang baik,” ungkap Arwani dalam wawancara dengan awak media.
Ia menjelaskan, melalui kolaborasi tersebut, KOLeksi mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan berbagai kegiatan dan kontribusi yang selama ini telah dilakukan dalam mengedukasi masyarakat mengenai kendaraan listrik.
Arwani mengatakan, salah satu visi dan misi KOLeksi adalah memberikan edukasi serta literasi kepada masyarakat agar semakin memahami teknologi kendaraan listrik, termasuk manfaat, keunggulan, hingga tantangan dalam penggunaannya.
Sejak didirikan pada Mei 2021, KOLeksi secara konsisten menjalankan berbagai kegiatan edukasi, mulai dari coaching clinic, memberikan wawasan dan pencerahan kepada masyarakat, hingga menjawab berbagai pertanyaan publik seputar kendaraan listrik.
Bahkan, dalam dua tahun terakhir, KOLeksi semakin aktif melakukan kampanye positif melalui media sosial untuk meluruskan informasi yang keliru sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kendaraan listrik.
Sebagai langkah memperluas jangkauan edukasi, KOLeksi kini menghadirkan website dengan wajah baru yang diproyeksikan menjadi pusat informasi dan pengetahuan atau knowledge hub mengenai kendaraan listrik di Indonesia.
Arwani menjelaskan, website tersebut dirancang sebagai platform informasi terpadu atau one-stop information yang menyediakan berbagai informasi penting bagi masyarakat, khususnya calon pengguna maupun pemilik kendaraan listrik.
Berbagai fitur dan informasi yang disiapkan antara lain artikel seputar kendaraan listrik, playbook atau panduan praktis bagi pengguna pemula, serta penjelasan mengenai mitos dan fakta kendaraan listrik yang selama ini berkembang di tengah masyarakat.
Tidak hanya itu, website tersebut juga akan menghadirkan basis data kendaraan listrik yang tersedia di Indonesia, mulai dari merek, tipe kendaraan, jarak tempuh atau range, kapasitas baterai, kecepatan pengisian daya (charging rate), hingga informasi harga.
Selain informasi kendaraan, KOLeksi juga menghimpun data mengenai infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang telah beroperasi di berbagai wilayah Indonesia.
“Kami ingin masyarakat mendapatkan informasi yang lengkap dan mudah dipahami. Jadi, ketika masyarakat ingin mengetahui kendaraan listrik, mulai dari merek, tipe, kapasitas baterai, jarak tempuh, harga, sampai lokasi SPKLU, semuanya bisa diakses melalui website kami,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, KOLeksi juga memperkenalkan playbook kendaraan listrik dalam versi cetak. Panduan praktis ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami cara penggunaan kendaraan listrik serta mengenal ekosistemnya dengan lebih mudah.
Lebih lanjut, Arwani menyoroti masih adanya persepsi dan informasi yang kurang tepat mengenai kendaraan listrik. Menurutnya, edukasi menjadi kunci penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.
Ia menilai kendaraan listrik memiliki sejumlah keunggulan, termasuk performa tenaga yang besar dan potensi keselamatan yang baik apabila didukung teknologi serta sistem keselamatan yang sesuai.
Meski demikian, Arwani tidak menampik bahwa kendaraan listrik masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama berkaitan dengan waktu pengisian daya yang relatif lebih lama dibandingkan pengisian bahan bakar kendaraan konvensional.
Namun, ia optimistis berbagai tantangan tersebut dapat dijawab melalui perkembangan teknologi, peningkatan infrastruktur, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, di tengah tantangan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kendaraan listrik menjadi salah satu alternatif solusi mobilitas yang semakin relevan untuk dikembangkan.
“Ke depan, dengan kita menghadapi tantangan mahalnya harga BBM, salah satu solusi yang paling memungkinkan saat ini adalah menggunakan mobil listrik. Walaupun masih ada tantangan, kita harus terus membangun pemahaman dan ekosistemnya,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Arwani juga menegaskan bahwa KOLeksi bukan merupakan klub kendaraan yang berafiliasi atau memberikan dukungan khusus kepada merek tertentu.
Sebaliknya, KOLeksi merupakan komunitas independen yang menghimpun para pengguna dan pemilik kendaraan listrik dari berbagai merek, brand, serta tipe kendaraan.
Komunitas tersebut dibangun atas dasar kesadaran dan kesukarelaan para anggotanya untuk bersama-sama mendorong perkembangan kendaraan listrik di Indonesia.
Saat ini, jaringan KOLeksi telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia dengan perwakilan anggota di sejumlah kota.
“KOLeksi bukan klub yang endorse terhadap merek tertentu. KOLeksi adalah komunitas para pengguna dan pemilik mobil listrik lintas merek, lintas brand, dan lintas tipe. Mereka semua secara sukarela dan sadar berjuang bersama-sama untuk menciptakan ekosistem mobil listrik yang baik,” tegas Arwani.
Ia berharap kolaborasi dengan PERIKLINDO dapat menjadi langkah strategis untuk mempertemukan kepentingan industri dan pengalaman nyata para pengguna kendaraan listrik.
Dengan demikian, pengembangan kendaraan listrik tidak hanya berfokus pada produksi dan penjualan kendaraan, tetapi juga harus diimbangi dengan edukasi publik, literasi teknologi, ketersediaan infrastruktur, serta peningkatan kepercayaan masyarakat.
Arwani optimistis, melalui sinergi antara komunitas, industri, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan, ekosistem kendaraan listrik Indonesia dapat berkembang semakin kuat dan menjadi bagian penting dari masa depan transportasi yang bersih, efisien, dan berkelanjutan.