IjI.red, Jakarta timur | — Bau menyengat yang tak lazim tercium dari balik pintu kamar kos di kawasan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, pada Kamis (8/10/2026) siang, mengungkapkan sebuah tragedi yang mengerikan. Seorang perempuan muda berusia 19 tahun, berinisial KDA, warga Desa Wana Tawang, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, yang merantau ke ibu kota mencari penghidupan, kini hanya pulang dalam bentuk jenazah.
Kehidupan yang baru saja ia bangun jauh dari kampung halaman, berakhir tragis di sebuah kamar kos yang seharusnya menjadi tempat berlindung.
Saat warga dan pemilik kos memaksa membuka pintu yang menimbulkan bau tak sedap itu, pemandangan memilukan menyambut mereka. KDA ditemukan tergeletak tak bernyawa di kamar mandi dalam kondisi yang mengundang tanda tanya besar. Kedua tangan dan kakinya terikat kuat dengan tali rafia berwarna biru, sementara seutas kaus melilit erat di lehernya. Pemandangan itu sontak membuat siapa pun yang melihatnya bergidik ngeri.
Peristiwa mengerikan ini bermula sekitar pukul 12.00 WIB, ketika warga sekitar mulai mencium bau busuk yang semakin lama semakin menyengat. Karena tak ada jawaban saat dipanggil, kekhawatiran mendorong mereka untuk memeriksa ruangan tersebut. Yang mereka temukan bukanlah sekadar ketidakhadiran penghuni, melainkan sebuah kematian yang tragis.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kamar itu baru disewa seseorang bernama Daniel sejak Selasa (6/10/2026), namun ia dikabarkan belum pernah menempatinya. Fakta ini justru mempertegas betapa misteriusnya keberadaan korban di ruangan itu dan siapa saja yang sebenarnya memiliki akses ke sana.
Jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Langkah cepat penyidik membuahkan hasil — dua pria berinisial KDO (22) dan ATW (27) berhasil diamankan di lokasi berbeda, masing-masing di wilayah Jakarta Timur dan Bekasi.
“Tim penyidik bergerak cepat setelah menerima laporan penemuan jasad korban di TKP. Dari hasil penyelidikan maraton, kami berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku berinisial KDO dan ATW. Saat ini keduanya sedang menjalani pemeriksaan intensif,” ungkap pihak kepolisian.
Sejumlah barang bukti krusial turut diamankan, di antaranya tali rafia biru yang diduga digunakan untuk mengikat anggota tubuh korban, serta kaus dan celana hitam milik korban. Barang-barang ini akan menjadi kunci untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di balik pintu kamar itu.
Hingga saat ini, motif di balik kematian tragis KDA belum terungkap sepenuhnya. Penyelidikan masih berjalan, dan semua pihak berharap kebenaran akan segera terungkap — bahwa nyawa seorang anak perempuan dari Brebes yang merantau ke ibu kota ini tidak akan sia-sia.
Jauh dari orang tua, jauh dari kampung halaman, KDA mungkin berharap pada masa depan yang lebih baik. Namun takdir berkata lain. Ia pulang, namun bukan seperti yang diharapkan keluarga. Semoga keadilan segera ditegakkan, dan jiwa KDA beristirahat dengan tenang.
(IQbal 049)