Jangan Anggap Remeh Anggrek!

Date:

Jangan Anggap Remeh Anggrek! Kamidi CFLE Ungkap Potensi Besarnya untuk Ekonomi, Kesehatan dan Lingkungan

Bukan Sekadar Tanaman Hias, Anggrek Dinilai Bisa Jadi Sumber Penghasilan Sekaligus Kekayaan Hayati yang Harus Dilestarikan

LABURA – Jangan hanya melihat anggrek dari keindahan bunganya. Di balik warna dan bentuknya yang memikat, tanaman dari keluarga Orchidaceae ini menyimpan potensi besar di bidang ekonomi, penelitian kesehatan, industri, hingga pelestarian keanekaragaman hayati.

Hal tersebut disampaikan penggiat tanaman hias, jurnalis sekaligus penggiat sosial LSM TP3HI (Tim Pemerhati dan Pemantau Pelanggar Hukum Indonesia), Kamidi CFLE.

Menurut Kamidi, anggrek memiliki nilai yang jauh lebih besar dibanding sekadar tanaman penghias rumah. Jika dikembangkan melalui budidaya yang baik, anggrek dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru.

“Jangan pernah menganggap remeh anggrek. Di balik keindahannya ada potensi ekonomi yang besar. Budidaya anggrek bisa menjadi sumber penghidupan masyarakat jika dikelola secara serius, profesional dan berkelanjutan,” ujar Kamidi.

Peluang Ekonomi Terbuka Lebar

Kamidi mengatakan, anggrek memiliki pasar yang cukup luas, mulai dari tanaman hias, bunga potong, bibit, hingga berbagai produk turunannya.

Budidaya anggrek juga dapat dikembangkan dalam skala rumah tangga maupun usaha komersial. Bahkan, sentra budidaya anggrek yang dikelola secara menarik dapat dikembangkan menjadi lokasi edukasi dan wisata tanaman.

Menurutnya, peluang tersebut seharusnya menjadi perhatian pemerintah daerah dan masyarakat, terutama dalam mendorong sektor pertanian berbasis tanaman bernilai ekonomi tinggi.

“Kalau petani diberikan pengetahuan tentang pembibitan, perawatan, teknologi budidaya dan pemasaran, anggrek bukan tidak mungkin menjadi komoditas unggulan di daerah,” katanya.

Dari Anggrek, Dunia Mengenal Vanili

Salah satu fakta menarik yang menurut Kamidi perlu diketahui masyarakat adalah vanili berasal dari tanaman keluarga anggrek, yakni Vanilla planifolia.

Vanili memiliki nilai ekonomi tinggi dan digunakan secara luas sebagai bahan dalam industri makanan, minuman, parfum serta berbagai produk lainnya.

“Ini membuktikan bahwa keluarga anggrek bukan tanaman yang hanya bernilai estetika. Ada komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dibutuhkan berbagai industri,” jelasnya.

Berpotensi untuk Penelitian Kesehatan

Di bidang kesehatan, beberapa spesies anggrek telah digunakan dalam pengobatan tradisional dan menjadi objek penelitian mengenai kandungan senyawa bioaktifnya.

Kamidi mengingatkan agar informasi mengenai manfaat kesehatan anggrek disampaikan secara bertanggung jawab.

“Potensi kesehatan anggrek memang menarik untuk diteliti. Tetapi jangan membuat klaim bahwa anggrek otomatis dapat menyembuhkan penyakit tertentu tanpa bukti ilmiah. Penelitian dan pembuktian secara medis tetap diperlukan,” tegasnya.

Ia juga menyebut sejumlah ekstrak dari tanaman anggrek telah menjadi perhatian dalam industri kosmetik dan perawatan kulit karena adanya kandungan senyawa yang berpotensi memiliki aktivitas antioksidan.

Jangan Lupakan Fungsi Ekologis

Selain memiliki nilai ekonomi dan potensi pemanfaatan, anggrek juga merupakan bagian penting dari keanekaragaman hayati.

Sebagian anggrek hidup sebagai epifit pada pepohonan tanpa mengambil makanan dari tanaman inangnya. Keberadaan berbagai jenis anggrek di habitat alami juga dapat menjadi bagian dari indikator kondisi ekosistem tertentu.

Karena itu, menurut Kamidi, upaya memperbanyak anggrek melalui budidaya harus dibarengi dengan kepedulian terhadap kelestarian habitat alaminya.

“Kita jangan hanya mengambil anggrek dari alam karena tertarik dengan bunganya. Kalau habitat rusak dan tanaman diambil tanpa kendali, generasi berikutnya bisa kehilangan kekayaan alam tersebut,” ujarnya.

Kamidi: Anggrek Harus Dilihat dari Banyak Sisi

Kamidi berharap masyarakat tidak lagi melihat anggrek hanya sebagai tanaman mahal atau tanaman hias untuk mempercantik rumah.

Menurutnya, anggrek dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi masyarakat, pendidikan lingkungan, penelitian, industri kreatif, sekaligus upaya pelestarian keanekaragaman hayati.

“Anggrek bukan cuma cantik. Kalau dikelola dengan benar, dia bisa menghidupi petani, membuka peluang usaha, menjadi bahan penelitian, dan sekaligus mengingatkan kita bahwa kekayaan alam harus dijaga,” pungkas Kamidi CFLE.

Ia pun mengajak masyarakat untuk mulai mengenal, membudidayakan dan melestarikan anggrek secara bertanggung jawab.

“Jangan cuma bilang anggrek itu indah. Mari kita lihat nilai dan manfaatnya, lalu kita jaga agar keindahan itu tetap ada untuk generasi berikutnya,” tutupnya.

Bagikan Artikel

Langganan

Popular

Lebih banyak seperti ini
Related

Sodik dan Kasie Tramtib Cipondoh kesalahpahaman berakhir Saling Memaafkan

IJI.RED  — TANGERANG — CIPONDOH. Kesalahpahaman yang sempat terjadi...

Pupuk Subsidi Diduga Diselundupkan ke Mamuju Tengah, APMM Tantang Pemkab dan APH Bertindak

IJI Red MAMASA : Skandal dugaan penyelundupan pupuk subsidi dari...

Kapolsek Tanjung Agung Bersama Serdik Sespimmen Polri Dikreg 67 Gelar FGD Mitigasi Karhutla

  MUARA ENIM – Dalam rangka mendukung upaya pencegahan dan...