Karnaval Desa Gitik Rogojampi Semarak Peringati HUT RI‑81

Date:

Banyuwangi – iji.red

Semarak dan kegembiraan membungkus Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, saat karnaval meriah digelar pada Minggu (30/8), sebagai wujud syukur dan peringatan tulus atas Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke‑81.

 

Kegiatan ini lahir dari kesadaran dan semangat gotong‑royong yang tumbuh murni di kalangan warga, berjalan berkat kekompakan panitia serta dukungan sepenuhnya dari setiap dusun. Mulai dari penyusunan rencana dalam rapat‑rapat koordinasi, hingga penggalian dana dan tenaga yang dilakukan secara mandiri di lingkungan masing‑masing—membuktikan bahwa kebersamaan masih menjadi fondasi terkuat masyarakat desa Gitik.

Suasana kian hidup dan berwarna saat setiap dusun tampil membawa tema yang khas serta beragam, menghadirkan tontonan yang tak sekadar indah dipandang, namun juga sarat makna. Salah satu yang paling mencolok dan menyentuh hati adalah penampilan dari Dusun Gumuk Rejo. Mereka tampil megah dengan menampilkan sepasang iringan bergaya busana Pengantin Jawa tradisional, disertai barisan tokoh berpakaian seragam pahlawan pejuang kemerdekaan.

Penampilan ini bukan sekadar hiasan semata, melainkan bentuk penghormatan dan pengingat kembali akan sejarah perjuangan yang tumbuh di tanah kelahiran mereka—yaitu mengenang sosok Ali Sakti. Beliau adalah pahlawan asal daerah ini yang dikenal gagah berani berjuang mempertahankan kemerdekaan, hingga akhirnya gugur dan dimakamkan di areal pemakaman umum Desa Gitik. Lewat penampilan ini, warga ingin menanamkan semangat kepahlawanan, cinta tanah air, serta rasa bangga terhadap tokoh‑tokoh yang dulu telah berkorban demi kebebasan bangsa.

“Lewat karnaval ini kami ingin merayakan kemerdekaan bukan hanya dengan pesta, melainkan juga mengenang jasa para pendahulu—termasuk Ali Sakti yang berjuang dan beristirahat selamanya di sini,” ungkap M salah satu panitia penyelenggara.

Kegiatan ini pun berjalan aman, tertib, dan penuh keakraban. Semangat yang terpancar bukan hanya memeriahkan jalanan desa, melainkan mempererat persaudaraan antarwarga serta menjaga api nasionalisme tetap menyala—terutama bagi generasi muda Desa Gitik.” HendrikLaw

Bagikan Artikel

Langganan

Popular

Lebih banyak seperti ini
Related

Sodik dan Kasie Tramtib Cipondoh kesalahpahaman berakhir Saling Memaafkan

IJI.RED  — TANGERANG — CIPONDOH. Kesalahpahaman yang sempat terjadi...

Pupuk Subsidi Diduga Diselundupkan ke Mamuju Tengah, APMM Tantang Pemkab dan APH Bertindak

IJI Red MAMASA : Skandal dugaan penyelundupan pupuk subsidi dari...

Kapolsek Tanjung Agung Bersama Serdik Sespimmen Polri Dikreg 67 Gelar FGD Mitigasi Karhutla

  MUARA ENIM – Dalam rangka mendukung upaya pencegahan dan...