MUARA ENIM – Upaya memperkuat sinergi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus digencarkan. Polres Muara Enim menerima kunjungan 14 Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVIII Seskoad TA 2026 pada Selasa (1/9/2026).
Rombongan Pasis didampingi Patun Kolonel Kav Indarto dan Kolonel Inf Sahat Monang Saragih, S.E., dan diterima langsung oleh Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H., didampingi Wakapolres Kompol Toni Arman, S.H. beserta Pejabat Utama Polres Muara Enim.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolres memberikan pembekalan mengenai situasi Karhutla di Kabupaten Muara Enim. Ia menekankan wilayah Polsek Gelumbang dan Polsek Sungai Rotan menjadi perhatian khusus karena memiliki karakteristik lahan gambut yang rawan terbakar.
“Penanganan Karhutla tidak bisa sendiri-sendiri. Butuh sinergi TNI-Polri, Pemerintah Daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat,” tegas AKBP Hendri Syaputra.
Edukasi Karhutla dan Dampak Kesehatan
Kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan di Ruang Rupatama Polres Muara Enim. Wakapolres Kompol Toni Arman mewakili Kapolres membuka kegiatan dan mengapresiasi kehadiran tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda.
“Pencegahan harus jadi langkah utama. Kita tidak boleh menunggu api membesar. Edukasi, deteksi dini dan kepedulian lingkungan penting untuk cegah Karhutla,” ujar Kompol Toni Arman.
Danpok Pasis Dikreg LXVIII Seskoad Mayor Inf Defry Rahmansyah, S.T.Han., M.M., memberikan pemaparan pencegahan Karhutla kepada 24 peserta dari masyarakat Kecamatan Muara Enim. Materi difokuskan pada bahaya pembukaan lahan dengan cara membakar.
Sementara itu, Mayor Ckm dr. Ryan Tantri Ardo, Sp.N., mengingatkan dampak kesehatan akibat asap Karhutla. “Paparan asap dapat memperburuk saluran pernapasan dan meningkatkan risiko PPOK. Masyarakat harus waspada,” jelasnya.
*Perkuat Sinergi TNI-Polri*
Kegiatan ditutup dengan tukar cenderamata plakat antara Kapolres Muara Enim dan Patun Seskoad Kolonel Kav Indarto. Selanjutnya rombongan meninjau Posko Karhutla dan Command Center 110 Polres Muara Enim.
Wakapolres menjelaskan mekanisme pemantauan Karhutla dan fungsi layanan 110 untuk percepatan penanganan laporan masyarakat.
Kasi Humas Polres Muara Enim AKP RTM Situmorang menambahkan, “Karhutla adalah persoalan bersama. Pencegahan tidak cukup mengandalkan petugas. Kesadaran masyarakat adalah kunci. Jangan buka lahan dengan membakar.”
Kegiatan berlangsung aman, tertib dan penuh keakraban. Momentum ini menjadi ruang pertukaran wawasan antara Pasis Seskoad dan Polres Muara Enim dalam menghadapi tantangan Karhutla di daerah.
*Narahubung Humas Polres Muara Enim*: AKP RTM Situmorang
Iji/ Indonesia jurnalis independen Naswani)