Kurang 1 Km ke Bundaran HI, Mahasiswa Terhalang Pengamanan Berlapis

Date:

JAKARTA, IJI,red | — Meski jaraknya tersisa kurang dari satu kilometer menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), rombongan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan berbagai kampus lain belum dapat melangkah lebih jauh, Jumat sore (12/6/2026) Mereka masih tertahan kokoh di depan Plaza UOB, sebelah selatan Menara BCA, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, hingga pukul 16.38 WIB.

Massa tiba di titik tersebut sekitar pukul 14.30 WIB. Namun, lebih dari dua jam berlalu, jalan menuju tujuan utama tetap tertutup rapat. Akses arah utara di Jalan MH Thamrin benar‑benar diputus oleh barikade aparat keamanan.

Pengamanan disusun bertingkat dan sangat tegas. Di barisan paling depan berdiri kepolisian membentuk pagar manusia. Di belakangnya, prajurit TNI berjajar rapat memperkuat pertahanan. Sekitar dua meter di belakang barisan itu, terpasang palang besi yang melintang menutup seluruh lebar jalan. Di balik palang tersebut masih ada gabungan personel polisi dan TNI, lalu diikuti lapisan lain yang terdiri dari anggota Brimob dan kepolisian. Dengan susunan berlapis ini, tidak ada celah bagi massa untuk maju.

Meskipun perjalanan terhenti, semangat mahasiswa tidak padam. Mereka terus menyuarakan tuntutan dengan lantang. Yel‑yel bergema meminta aparat membuka jalan: “Buka jalannya, buka jalannya Pak Polisi!” Di sela waktu menunggu hasil negosiasi, suasana juga diisi dengan nyanyian lagu Indonesia Pusaka yang dinyanyikan bersama.

Dampak dari penutupan jalan ini terasa jelas di sekitar kawasan. Arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman arah selatan terpantau tersendat dan padat merayap akibat pergeseran aliran kendaraan.

Aksi ini digelar sebagai bentuk penolakan tegas terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah mengimbau agar demonstrasi tidak dilaksanakan di kawasan Bundaran HI, dan mengarahkan massa ke Patung Kuda atau depan Gedung DPR/MPR RI. Namun, mahasiswa tetap melanjutkan perjalanan jauh menuju pusat kota dan bertekad mencapai titik awal rencana mereka.

Dalam aksi ini, mahasiswa mengajukan lima tuntutan utama yang tidak dapat ditawar:

1. Menghentikan pemborosan anggaran negara,
2. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM,
3. Membatalkan program Makan Bergizi Gratis serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih,
4. Mengakhiri keterlibatan militer dalam urusan sipil,
5. Mendesak Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan‑kesalahan yang dilakukan pemerintah.

(Iqbal elang)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bagikan Artikel

Langganan

Popular

Lebih banyak seperti ini
Related

Melalui Green Beauty Lifestyle, Perempuan Didorong Jadi Penggerak Aksi Lingkungan

IJI.RED | Jakarta – Perempuan dinilai memiliki peran strategis...

Horor Antrian BBM Terjadi di Mana-Mana, Prof. Sutan Nasomal: Ini Dilema Rakyat di Negara Kaya Migas

Horor Antrian BBM Terjadi di Mana-Mana, Prof. Sutan Nasomal:...

Saat Bioskop Berubah Menjadi Ruang Rindu: Jangan Buang Ibu’Hadirkan Luka,Cinta,Penyesalan yang Terasa Nyata”

JAKARTA,Iji.red – Tidak semua film berakhir ketika kredit penutup...

Libur Sekolah 2026 Pecah Rekor! Ancol Sulap Jakarta Jadi Panggung Hiburan Keluarga Paling Spektakuler

JAKARTA, Iji.red – Libur sekolah tahun 2026 diprediksi menjadi...