Moeldoko Dorong Percepatan Ekosistem Kendaraan Listrik

Date:

Moeldoko Dorong Percepatan Ekosistem Kendaraan Listrik, Tak Hanya Mobil Pribadi tetapi Juga Transportasi Komersial, Laut dan Udara

Jakarta, – enderal TNI (Purn) Moeldoko menegaskan pentingnya membangun kesadaran baru dalam mendorong percepatan pengembangan kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) di Indonesia. Menurutnya, transformasi menuju mobilitas bersih dan efisien tidak boleh hanya berfokus pada kendaraan listrik untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga harus mencakup sektor transportasi komersial, laut hingga udara, Rabu (28/10/2026).

Hal tersebut disampaikan Moeldoko dalam wawancara bersama awak media pada kegiatan Periklindo EV Conference 2026 dengan tema “The Future of a Clean Efficient Mobility”.

Dalam keterangannya, Moeldoko mengungkapkan bahwa perkembangan kendaraan listrik ke depan membutuhkan cara pandang yang lebih luas. Selama ini, perhatian publik terhadap EV cenderung lebih banyak tertuju pada mobil penumpang untuk penggunaan pribadi. Padahal, sektor kendaraan komersial seperti truk dan kendaraan angkutan lainnya juga memiliki peran besar dalam mewujudkan efisiensi energi dan mengurangi emisi karbon.

“Yang pertama, kita melihat bagaimana perkembangan EV di masa depan. Kalau selama ini kita hanya berpikir membangun popularitas pada sektor kendaraan penumpang atau mobil pribadi, tetapi dalam konferensi ini kita membangun kesadaran baru bahwa ke depan perlu memikirkan bagaimana kendaraan-kendaraan komersial ini digunakan,” ujar Moeldoko.

Ia menjelaskan, kendaraan komersial perlu mendapatkan perhatian serius karena berkaitan langsung dengan mobilitas yang semakin efisien dan lingkungan yang semakin bersih. Selain menjadi salah satu penyumbang emisi karbon dioksida (CO2), kendaraan komersial juga membutuhkan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dalam jumlah besar.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terlebih pemerintah masih harus mengalokasikan anggaran yang besar untuk subsidi energi. Oleh karena itu, penerapan teknologi kendaraan listrik pada sektor komersial dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong efisiensi penggunaan energi.

Lebih lanjut, Moeldoko menyampaikan bahwa transformasi kendaraan listrik ke depan tidak boleh hanya dipandang dari sisi transportasi darat. Perkembangan teknologi harus diarahkan pada seluruh sektor mobilitas, termasuk transportasi laut dan udara.

“Yang kedua, mobilitas ke depan tidak hanya bicara tentang darat, tetapi juga bagaimana mobilitas udara dan mobilitas laut. Semuanya menuju ke EV. Maka kita perlu membangun kesadaran baru bahwa model-model transportasi ke depan adalah menggunakan EV udara, EV laut, dan juga EV darat,” jelasnya.

Ia menilai, perkembangan teknologi kendaraan listrik akan membawa perubahan besar terhadap sistem transportasi nasional. Karena itu, Indonesia perlu mempersiapkan diri sejak sekarang agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan tidak tertinggal dalam persaingan industri kendaraan listrik global.

Poin ketiga yang menjadi perhatian Moeldoko adalah pentingnya keterlibatan generasi muda Indonesia dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional.

Ia mengingatkan agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk kendaraan listrik dari negara lain atau sekadar menjadi penonton dalam perkembangan industri global. Sebaliknya, anak-anak muda Indonesia harus diberikan ruang dan kesempatan untuk terlibat langsung dalam berbagai proyek pengembangan kendaraan listrik.

“Kita jangan hanya menjadi pemasok, jangan hanya menjadi penonton. Tetapi perlu keterlibatan generasi muda untuk menyikapi perkembangan EV dengan sebaik-baiknya, sehingga nanti anak-anak muda Indonesia terlibat secara langsung dalam proyek pembangunan EV Indonesia,” tegasnya.

Moeldoko juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas industri dalam negeri. Menurutnya, pengembangan industri kendaraan listrik Indonesia tidak boleh berhenti pada pengolahan baterai saja, tetapi harus terus berkembang hingga mampu membangun industri kendaraan listrik secara menyeluruh.

Ia berharap ke depan Indonesia tidak hanya dikenal sebagai negara yang memiliki kemampuan dalam pengolahan bahan baku dan produksi baterai, tetapi juga mampu mengembangkan industri kendaraan listrik nasional yang kompetitif.

Menutup keterangannya, Moeldoko menekankan bahwa seluruh perkembangan tersebut perlu disikapi secara serius melalui dukungan dan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, pelaku industri, dunia pendidikan, serta generasi muda.

Ia juga mendorong adanya dukungan terhadap langkah dan kebijakan pemerintah dalam mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Melalui Periklindo EV Conference 2026, diharapkan semakin tumbuh kesadaran bersama bahwa masa depan mobilitas bukan sekadar menghadirkan kendaraan tanpa emisi, melainkan membangun sistem transportasi yang lebih efisien, ramah lingkungan, serta mampu menciptakan kemandirian industri nasional.

Dengan demikian, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi konsumen dalam perkembangan kendaraan listrik dunia, tetapi mampu mengambil peran strategis sebagai salah satu kekuatan dalam industri EV masa depan.

Bagikan Artikel

Langganan

Popular

Lebih banyak seperti ini
Related

Dialog di RRI Banda Aceh, Dirlantas Polda Aceh Ajak Pengguna Jalan Utamakan Keselamatan

Banda Aceh — Dirlantas Polda Aceh Kombes Pol. Deden...

Kamuflase Mirip Ikan Segar, Mitsubishi L300 Pengangkut Solar Subsidi Diamankan Polisi

  IJI.red,PADANG,| - Rabu 28 Oktober 2026...

Polsek Kelapa Dua Ungkap Kasus Narkotika Jenis Etomidate

iji.red Kelapa Dua, Tangerang -- Unit Reskrim Polsek Kelapa Dua,...

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Hadiri Distribusi 260 Papan Peringatan Karhutla di Riau

Iji.red Pekanbaru – Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr....