Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal Soroti Melemahnya Daya Beli Masyarakat

Date:

Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal Soroti Melemahnya Daya Beli Masyarakat, Kamidi, C.FLE. Sampaikan Keluhan Rakyat dari Berbagai Daerah

Jakarta – Kondisi perekonomian yang dinilai semakin berat bagi masyarakat menjadi perhatian Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H., Pakar Hukum Internasional dan Ekonom. Hal itu disampaikannya saat menjawab pertanyaan Jurnalis dan Penggiat Sosial Kamidi, C.FLE., dalam wawancara melalui sambungan telepon seluler bersama sejumlah pemimpin redaksi media cetak dan media daring pada 29 Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Kamidi, C.FLE., menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat yang diterimanya selama menjalankan aktivitas jurnalistik dan sosial di sejumlah daerah di Indonesia.

Kamidi, C.FLE., bertanya:

“Prof., dalam beberapa waktu terakhir saya menerima banyak keluhan dari masyarakat di berbagai daerah. Pedagang mengaku dagangannya semakin sepi, pelaku UMKM mengalami penurunan omzet, sementara harga kebutuhan pokok terus meningkat. Banyak masyarakat mengaku semakin sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurut Prof., langkah apa yang harus segera dilakukan pemerintah agar kondisi ekonomi rakyat dapat kembali pulih?”

Menanggapi pertanyaan tersebut, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H., mengatakan bahwa kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah karena menyangkut kehidupan masyarakat luas.

“Saya berharap Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, segera mengambil langkah-langkah strategis untuk menstabilkan perekonomian nasional. Daya beli masyarakat harus dipulihkan agar usaha-usaha kecil kembali bergerak dan rakyat dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan lebih baik,” ujar Prof. Sutan Nasomal.

Menurutnya, pemerintah perlu memberikan perhatian lebih besar terhadap keberlangsungan usaha masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan, melalui kebijakan ekonomi yang mampu meningkatkan aktivitas perdagangan, memperkuat sektor UMKM, dan mengembalikan daya beli masyarakat.

Prof. Sutan Nasomal menilai bekerja dan mencari rezeki yang halal merupakan bagian dari ikhtiar yang didukung negara maupun ajaran agama. Namun, apabila daya beli masyarakat terus melemah, maka banyak pelaku usaha kecil berpotensi mengalami kesulitan hingga gulung tikar.

Sebagai contoh, ia menyampaikan keluhan Ibad, seorang pedagang somay di Jalan Sukasari I, Kota Bogor, yang mengaku penjualannya menurun drastis akibat berkurangnya jumlah pembeli.

Selain sepinya pembeli, harga bahan baku juga mengalami kenaikan. Harga kacang goreng yang sebelumnya sekitar Rp28.000 per kilogram kini mencapai sekitar Rp40.000 per kilogram, sementara sejumlah komoditas sayuran disebut mengalami kenaikan hingga sekitar 30 persen.

Keluhan serupa juga disampaikan pedagang di kawasan belakang Halte Sukasari, Kota Bogor. Mereka mengaku kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama sehingga keuntungan usaha terus menurun.

Menanggapi kondisi itu, Kamidi, C.FLE., mengatakan bahwa aspirasi yang diterimanya tidak hanya berasal dari Kota Bogor, tetapi juga dari berbagai daerah lain.

“Sebagai jurnalis dan penggiat sosial, saya menerima banyak keluhan masyarakat dari berbagai wilayah. Pedagang kecil, pelaku UMKM, buruh, petani, hingga masyarakat berpenghasilan rendah menyampaikan bahwa biaya hidup semakin tinggi, sedangkan pendapatan tidak mengalami peningkatan. Mereka berharap pemerintah segera menghadirkan solusi nyata agar ekonomi rakyat kembali bergerak,” ujar Kamidi.

Prof. Sutan Nasomal menambahkan bahwa dirinya meyakini Presiden Prabowo Subianto mengetahui kondisi yang sedang dihadapi masyarakat. Namun demikian, menurutnya diperlukan kebijakan yang cepat, terukur, dan berpihak kepada kepentingan rakyat agar perlambatan ekonomi tidak semakin membebani pelaku usaha kecil.

“Apabila daya beli masyarakat meningkat, maka roda perekonomian akan kembali bergerak. Pedagang memperoleh pembeli, UMKM kembali berkembang, lapangan kerja terbuka, dan kesejahteraan masyarakat akan ikut meningkat. Karena itu, diperlukan strategi ekonomi yang kuat agar rakyat tetap mampu berusaha dan memenuhi kebutuhan keluarganya,” kata Prof. Sutan Nasomal.

Di akhir wawancara, Kamidi, C.FLE., berharap seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikannya dapat menjadi perhatian pemerintah.

“Harapan masyarakat sederhana, yaitu harga kebutuhan pokok lebih terjangkau, kesempatan usaha semakin baik, dan daya beli masyarakat kembali meningkat sehingga ekonomi rakyat dapat bangkit,” tuturnya.

Sementara itu, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal menutup keterangannya dengan doa agar Presiden RI Prabowo Subianto senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam memimpin bangsa serta mampu membawa perekonomian Indonesia menjadi lebih baik.

Narasumber: Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H. – Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Jenderal Kompii, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), Rektor STIH Prof. Sutan Nasomal, Pendiri dan Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus, serta Ketua Umum YPLBH Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H.

Kamidi, C.FLE. – Jurnalis dan Penggiat Sosial.

Bagikan Artikel

Langganan

Popular

Lebih banyak seperti ini
Related

Kemarau Berkepanjangan, Bhabinkamtibmas dan BPBD Salurkan Air Bersih ke Warga Kayu Calla

IJI Red MATENG : Di tengah teriknya musim kemarau...

Kapolri Menerima Penghargaan MURI Dan Pengukuhan Duta Kamtibmas Siber Kepada Generasi Z S

IJI RED Jakarta, 10 Agustus 2026 Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo...

Warga Masyarakat Sambut Antusias Pertandingan Futsal Rw 02 Kelurahan Pinang

IJI.RED.TANGERANG 10 AGUSTUS 2026,-- Adapun acara perlombaan futsal ditingkat...

Jalur Kabel Gardu PLN Pondok Pesantren As-Shiddiqiyah 2 Batuceper Dikomplain Pengelola Minta Penataan Ulang

BATUCEPER, 10 Agustus 2026 – Keberadaan jaringan kabel listrik...