Program Revitalisasi Pendidikan Jadi Angin Segar, Kepala SDN 1 Agra Mulya Apresiasi Langkah Pemerintah.

Date:

KONAWE,IJI.RED — Program revitalisasi satuan pendidikan menjadi angin segar bagi peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di daerah. Salah satunya dirasakan SDN 1 Agra Mulya, Desa Ahuhu, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, yang mendapat dukungan melalui program bantuan revitalisasi satuan pendidikan.Minggu(16/8/2026).

Kepala SDN 1 Agra Mulya, Tohasran, S. Pd.,mengapresiasi langkah pemerintah tersebut. Menurutnya, dukungan melalui program revitalisasi sangat penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.

“Program bantuan revitalisasi satuan pendidikan ini tentu kami sambut baik. Kami mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap kebutuhan sekolah, khususnya dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan,” ujar Kepala SDN 1 Agra Mulya.

Berdasarkan rincian kegiatan yang diterima, program revitalisasi di SDN 1 Agra Mulya mencakup sejumlah pekerjaan pembangunan dan rehabilitasi fasilitas sekolah dengan total anggaran sebesar Rp850.002.000.

Adapun kegiatan tersebut meliputi rehabilitasi Ruang Kelas A dengan anggaran Rp199.911.000, pembangunan toilet beserta sanitasinya sebesar Rp147.678.000, rehabilitasi Ruang Kelas B dengan anggaran Rp313.892.000, serta pembangunan Ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sebesar Rp188.521.000.

Dari keseluruhan kegiatan tersebut, rehabilitasi Ruang Kelas B menjadi pekerjaan dengan alokasi anggaran terbesar, yakni Rp313.892.000. Sementara pembangunan toilet beserta sanitasinya memiliki alokasi Rp147.678.000.

Kepala SDN 1 Agra Mulya,Tohasran,S.Pd,berharap seluruh pekerjaan revitalisasi dapat dilaksanakan sesuai perencanaan, tepat sasaran, serta mengutamakan kualitas pekerjaan. Menurutnya, pembangunan dan rehabilitasi fasilitas sekolah harus memberikan manfaat nyata bagi warga sekolah.

“Harapan kami, seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan sekolah. Yang terpenting, hasilnya dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kegiatan belajar mengajar,” katanya.

Ia menilai, keberadaan ruang kelas yang layak menjadi salah satu unsur penting dalam menunjang proses pembelajaran. Dengan kondisi ruang belajar yang semakin baik, peserta didik diharapkan dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan lebih nyaman.

Selain ruang kelas, pembangunan toilet beserta sanitasinya juga dinilai memiliki peran penting dalam mendukung lingkungan sekolah yang sehat. Fasilitas sanitasi yang memadai merupakan bagian dari kebutuhan dasar sekolah dan berkaitan erat dengan kenyamanan serta kebersihan lingkungan pendidikan.

Begitu pula dengan pembangunan ruang UKS. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan kesehatan dasar bagi peserta didik di lingkungan sekolah serta menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat.

Meski mengapresiasi program tersebut, pihak sekolah berharap pelaksanaan revitalisasi tetap memperhatikan prinsip transparansi, akuntabilitas, kualitas pekerjaan, serta kesesuaian antara pelaksanaan di lapangan dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

Hal itu penting agar anggaran yang telah dialokasikan benar-benar menghasilkan fasilitas pendidikan yang berkualitas dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Kami tentu berharap hasil pekerjaan nantinya berkualitas dan dapat bertahan lama. Karena fasilitas ini akan digunakan oleh anak-anak dalam proses belajar dan kegiatan sekolah,” ujarnya.

Ia juga berharap program revitalisasi satuan pendidikan dapat terus berlanjut dan menyentuh sekolah-sekolah yang masih membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga didukung oleh lingkungan sekolah dan fasilitas yang memadai.
Karena itu, sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat diperlukan agar setiap program pembangunan pendidikan dapat memberikan manfaat secara optimal.

Dengan total anggaran Rp850.002.000 untuk empat jenis kegiatan tersebut, program revitalisasi di SDN 1 Agra Mulya diharapkan tidak hanya memperbaiki wajah fisik sekolah, tetapi juga menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik.

Di sisi lain, keberhasilan program juga perlu dilihat dari kualitas hasil pekerjaan, ketepatan penggunaan anggaran, serta manfaat fasilitas setelah selesai digunakan. Dengan pengawasan dan pemeliharaan yang baik, sarana yang dibangun melalui program revitalisasi diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi peserta didik di SDN 1 Agra Mulya.

Program tersebut pada akhirnya bukan sekadar tentang memperbaiki bangunan sekolah. Lebih jauh, revitalisasi menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang pendidikan yang lebih layak bagi anak-anak Desa Ahuhu dan sekitarnya untuk belajar, tumbuh, serta mempersiapkan masa depan.(SAIMIN).

Bagikan Artikel

Langganan

Popular

Lebih banyak seperti ini
Related

Kapolsek Tanjung Agung Bersama Serdik Sespimmen Polri Dikreg 67 Gelar FGD Mitigasi Karhutla

  MUARA ENIM – Dalam rangka mendukung upaya pencegahan dan...

Bhabinkamtibmas Polsek Nongkojajar Pantau Tanaman Bawang Merah, Dukung Program Ketahanan Pangan

http://Iji.red 11 September 2026 PASURUAN – Dalam rangka mendukung program...

Kepala BNN RI Hadiri Wisuda Purnawira Pati Polri

Iji.red Jakarta - Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto,...

Keberhasilan Peralihan Hak 10 Hari Kantah Tangsel, Jadi Inspirasi bagi Kantah Kota/Kabupaten Se-Indonesia

iji.red Tangerang Selatan, 10 September 2026 - Komitmen menghadirkan pelayanan...