YANTI TANJUNG,SEMANGAT BERKOBAR, MENGAWAL PEMERINTAH PEKANBARU DAN ASTA CITA PRESIDEN

Date:

IJI.RED — JAKARTA — PEKANBARU — 23 Agustus 2026 — Perjalanan seorang insan pers tidak pernah berhenti hanya pada aktivitas mencari, menulis, dan menyebarkan berita. Di balik setiap informasi terdapat tanggung jawab besar untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar, pemerintah mendapatkan ruang komunikasi yang terbuka, dan berbagai persoalan publik dapat disampaikan secara proporsional.
Semangat itulah yang terus berkobar dalam diri Yanti Tan, perempuan yang lahir dan tumbuh dari keluarga sederhana di Pekanbaru dan kemudian memilih dunia pers sebagai bagian dari perjalanan pengabdiannya.

Dengan latar belakang kehidupan yang sederhana, Yanti memahami bahwa perjuangan masyarakat tidak selalu mudah. Banyak persoalan sosial, ekonomi, pelayanan publik, pembangunan, hingga kebutuhan masyarakat yang membutuhkan perhatian dan komunikasi yang baik antara pemerintah dengan warga.
Dari pengalaman tersebut, Yanti semakin meyakini bahwa keberadaan insan pers memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.

Bukan sekadar menjadi pembawa informasi, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi.
Bukan sekadar memberitakan keberhasilan, tetapi juga memberikan ruang terhadap kritik.
Bukan sekadar menyampaikan keluhan masyarakat, tetapi juga menghadirkan informasi mengenai upaya pemerintah dalam menjawab berbagai persoalan tersebut.

SEMANGAT BERPRESTASI SEBAGAI INSAN PERS

Yanti Tan menegaskan bahwa semangat untuk terus berkembang dan berprestasi sebagai insan pers di Pekanbaru tidak boleh padam.
Baginya, dunia jurnalistik merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan keberanian, ketekunan, disiplin, wawasan, serta kemampuan untuk terus belajar.

Perkembangan teknologi digital membuat dunia media bergerak semakin cepat. Berita dapat menyebar dalam hitungan detik. Media sosial mampu membentuk opini publik dalam waktu singkat. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi insan pers.
Namun, menurut Yanti, kecepatan tidak boleh mengalahkan kebenaran.

Seorang jurnalis tetap harus mengedepankan verifikasi, konfirmasi, keberimbangan, serta etika jurnalistik. Sebuah informasi harus diperiksa sebelum disampaikan kepada masyarakat.

Prinsip tersebut menjadi bagian dari komitmen Yanti untuk terus meningkatkan profesionalisme.

Ia ingin membuktikan bahwa latar belakang sederhana bukan penghalang untuk meraih prestasi. Justru dari kesederhanaan tersebut lahir semangat untuk bekerja keras, membangun jaringan, memperluas pengalaman, dan memberikan manfaat melalui profesi jurnalistik.

HADIR DI TENGAH MASYARAKAT

Bagi Yanti Tan, seorang insan pers harus mampu hadir di tengah masyarakat.

Masyarakat adalah sumber utama berbagai informasi mengenai kondisi yang terjadi di lapangan. Dari masyarakat, pers dapat mengetahui persoalan pelayanan publik, pembangunan, ekonomi, pendidikan, sosial, lingkungan, keamanan, serta berbagai kebutuhan lainnya.

Karena itu, Yanti ingin terus menjaga kedekatan dengan masyarakat.

Kedekatan tersebut bukan berarti kehilangan profesionalisme, melainkan membangun komunikasi agar suara masyarakat dapat disampaikan melalui pemberitaan yang bertanggung jawab.

Masyarakat yang memiliki persoalan membutuhkan ruang untuk berbicara. Pemerintah membutuhkan informasi mengenai kondisi lapangan. Di sinilah pers dapat memainkan perannya sebagai jembatan.

SINERGI DENGAN PEMERINTAH KOTA PEKANBARU

Yanti Tanjung juga menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi dengan Pemerintah Kota Pekanbaru.
Sinergi tersebut diharapkan dapat menciptakan komunikasi publik yang lebih terbuka, sehat, dan konstruktif.

Pemerintah memiliki tugas menjalankan roda pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pers memiliki fungsi menyampaikan informasi sekaligus menjalankan kontrol sosial. Sementara masyarakat merupakan pihak yang merasakan secara langsung dampak dari berbagai kebijakan pemerintah.

Ketiga unsur tersebut harus berjalan secara seimbang.
Menurut Yanti, membangun sinergi dengan pemerintah bukan berarti pers harus kehilangan sikap kritis.
Justru hubungan yang sehat antara pers dan pemerintah adalah hubungan yang saling menghormati fungsi masing-masing.

Ketika pemerintah menjalankan program yang memberikan manfaat kepada masyarakat, pers memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi tersebut secara objektif.

Namun ketika terdapat persoalan yang membutuhkan perhatian, pers juga memiliki tanggung jawab untuk menyampaikannya kepada publik secara faktual dan proporsional.

MITRA PEMERINTAH, TETAP MENJAGA FUNGSI KONTROL SOSIAL

Yanti memahami bahwa istilah “mitra pemerintah” terkadang dapat disalahartikan.
Menurutnya, menjadi mitra pemerintah bukan berarti menjadi alat pemerintah.
Pers tetap memiliki independensi.
Pers tetap memiliki fungsi kontrol sosial.

Pers tetap memiliki kewajiban untuk memberikan ruang kepada masyarakat.

Dan pers tetap harus berani menyampaikan kritik apabila terdapat kebijakan atau pelayanan publik yang perlu diperbaiki.

Karena itu, Yanti berharap hubungan antara pemerintah dan insan pers dibangun berdasarkan keterbukaan.

Pemerintah tidak perlu alergi terhadap kritik. Sebaliknya, insan pers juga harus memahami pentingnya melakukan konfirmasi dan memberikan ruang hak jawab kepada pihak yang diberitakan.

Dengan cara tersebut, pemberitaan dapat menjadi bagian dari proses perbaikan, bukan sekadar menciptakan polemik.

MENGAWAL ASTA CITA DAN PROGRAM KABINET MERAH PUTIH

Komitmen Yanti tidak hanya berkaitan dengan pemerintahan di tingkat daerah.
Sebagai insan pers, ia juga menyatakan semangat untuk ikut mengawal arah kebijakan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Kabinet Merah Putih, termasuk agenda yang berkaitan dengan Asta Cita.

Bagi Yanti, mengawal kebijakan nasional berarti ikut memastikan masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai arah pembangunan dan program pemerintah.

Program pemerintah yang menyentuh kepentingan masyarakat perlu diketahui secara luas.

Namun pada saat yang sama, pelaksanaan kebijakan tersebut juga perlu mendapatkan perhatian publik melalui pemberitaan yang objektif.

Pers dapat menjadi ruang untuk melihat bagaimana sebuah kebijakan diterapkan di lapangan, bagaimana respons masyarakat, serta apa saja yang perlu diperbaiki.

Dengan demikian, pengawalan pers terhadap pemerintah tidak semata-mata dilakukan melalui kritik, tetapi juga melalui pemberitaan yang edukatif, informatif, dan konstruktif.

DARI PEKANBARU UNTUK INDONESIA

Semangat Yanti Tan berangkat dari Pekanbaru.
Kota tempat ia tumbuh menjadi bagian penting dari perjalanan hidup dan profesionalnya.

Dari Pekanbaru, ia ingin terus membangun jaringan pers yang kuat, memperluas silaturahmi, serta berkontribusi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Namun perjalanan tersebut tidak berhenti di Pekanbaru.

Yanti juga hadir di Jakarta untuk bersilaturahmi dengan sesama insan pers.

Silaturahmi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan persaudaraan sesama pekerja media. Pertukaran pengalaman antara insan pers daerah dan insan pers di Jakarta dinilai penting untuk memperluas wawasan serta memperkuat jaringan profesional.
Bagi Yanti, pers tidak mengenal batas wilayah ketika tujuan akhirnya adalah memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

PEREMPUAN DALAM DUNIA JURNALISTIK

Sebagai perempuan yang memilih dunia pers, Yanti Tan memahami bahwa perjalanan tersebut memiliki tantangan tersendiri.

Dunia jurnalistik menuntut mobilitas tinggi, keberanian bertemu banyak orang, kemampuan menggali informasi, serta ketahanan menghadapi berbagai dinamika di lapangan.
Namun tantangan tersebut tidak membuat semangatnya surut.
Justru menjadi motivasi untuk terus berkembang.

Yanti ingin menunjukkan bahwa perempuan juga memiliki kemampuan untuk berperan aktif dalam dunia jurnalistik dan kehidupan publik.
Perempuan tidak hanya dapat menjadi objek pemberitaan, tetapi juga dapat menjadi pelaku, penggerak, komunikator, dan bagian dari proses membangun masyarakat.

PERS DAN PEMERINTAH HARUS SALING MENGHORMATI

Dalam pandangan Yanti, hubungan antara pers dan pemerintah akan berjalan baik apabila kedua pihak memahami batas serta tanggung jawab masing-masing.
Pemerintah memiliki kewenangan menjalankan pemerintahan.

Pers memiliki kebebasan menjalankan fungsi jurnalistik.
Masyarakat memiliki hak untuk memperoleh informasi.
Ketiganya harus ditempatkan dalam satu kepentingan utama, yaitu kepentingan publik.
Karena itu, komunikasi antara pemerintah dan pers harus terus dibuka.

Pemerintah diharapkan memberikan informasi yang transparan. Pers diharapkan menyampaikan informasi secara akurat. Masyarakat diharapkan memperoleh ruang untuk memberikan tanggapan.
Jika komunikasi tersebut berjalan baik, maka potensi kesalahpahaman dapat diminimalkan.

MENJAGA MARWAH PROFESI

Yanti Tan juga menyadari bahwa kepercayaan masyarakat merupakan modal utama seorang insan pers.
Kepercayaan tidak dapat dibangun dalam satu hari.
Kepercayaan lahir dari konsistensi.

Karena itu, Yanti ingin terus menjaga marwah profesi dengan mengedepankan integritas, profesionalisme, etika, dan tanggung jawab.
Berita bukan sekadar tulisan.

Berita dapat memengaruhi opini masyarakat.
Berita dapat berdampak terhadap seseorang.
Berita juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.

Karena itu, setiap informasi harus disampaikan secara hati-hati dan bertanggung jawab.
KRITIK BUKAN PERMUSUHAN
Bagi Yanti, kritik merupakan bagian penting dalam demokrasi.

Kritik tidak boleh dianggap sebagai permusuhan.
Kritik yang disampaikan berdasarkan fakta dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.

Sebaliknya, pemerintah yang terbuka terhadap kritik akan memiliki kesempatan lebih besar untuk memperbaiki pelayanan publik.
Namun kritik juga harus disampaikan secara bertanggung jawab.
Tidak boleh menghakimi.
Tidak boleh memutarbalikkan fakta.
Tidak boleh mengabaikan hak jawab.

Dan tidak boleh menjadikan pemberitaan sebagai alat kepentingan pribadi.
Prinsip tersebut menjadi bagian dari semangat Yanti untuk terus menjaga profesionalisme.

SEMANGAT YANTI TAN TIDAK BOLEH PADAM

Perjalanan masih panjang.
Dunia pers terus berubah.
Teknologi terus berkembang.
Tantangan semakin besar.
Namun semangat Yanti Tan untuk terus berkarya sebagai insan pers Pekanbaru tidak boleh padam.
Dari keluarga sederhana, ia belajar tentang perjuangan.
Dari dunia pers, ia belajar tentang tanggung jawab.
Dari masyarakat, ia belajar tentang realitas kehidupan.

Dan dari pemerintah, ia berharap dapat membangun komunikasi yang lebih terbuka dalam menyampaikan berbagai program kepada publik.
Semua pengalaman tersebut menjadi bekal untuk terus melangkah.

KOMITMEN UNTUK TERUS BERKARYA

Ke depan, Yanti Tanjung berkomitmen untuk terus menjaga semangat, memperluas silaturahmi, meningkatkan profesionalisme, dan membangun sinergi dengan berbagai pihak.

Ia ingin terus hadir di tengah masyarakat.
Ia ingin terus membangun komunikasi dengan Pemerintah Kota Pekanbaru.
Ia ingin terus menjaga hubungan baik dengan sesama insan pers.

Dan ia ingin ikut mengawal berbagai program pemerintah nasional yang berkaitan dengan kepentingan rakyat.
Namun semua itu tetap harus ditempatkan dalam koridor profesionalisme jurnalistik.
Pers harus menjadi jembatan, bukan tembok.

Pers harus menjadi ruang komunikasi, bukan ruang permusuhan.
Pers harus berani menyampaikan fakta, tetapi tetap menghormati prinsip keberimbangan.

Perjalanan Yanti Tan dari keluarga sederhana di Pekanbaru menuju dunia jurnalistik merupakan perjalanan tentang semangat, keberanian, dan ketekunan.
Ia tidak ingin berhenti hanya pada pencapaian hari ini.
Masih banyak yang ingin dilakukan.
Masih banyak pengalaman yang ingin diperoleh.

Masih banyak masyarakat yang perlu didengar.
Dan masih banyak ruang komunikasi yang perlu dibangun antara pers, pemerintah, dan masyarakat.
Dengan semangat yang terus berkobar, Yanti Tan ingin terus mengukir prestasi sebagai insan pers Pekanbaru.

Mengawal Pemerintah Kota Pekanbaru dengan pemberitaan yang konstruktif, mengawal kepentingan masyarakat melalui fungsi kontrol sosial, serta ikut menyampaikan informasi mengenai arah pembangunan nasional dan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto serta Kabinet Merah Putih.
Bagi Yanti, menjadi insan pers bukan tentang seberapa besar nama dikenal.

Bukan pula tentang seberapa banyak pemberitaan diterbitkan.
Lebih dari itu, menjadi insan pers adalah tentang seberapa besar keberadaan seorang jurnalis mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dari Pekanbaru, semangat itu terus menyala.

Dari silaturahmi dengan insan pers di Jakarta, jaringan terus diperkuat.
Dan dari profesi jurnalistik, Yanti Tanjung ingin terus mengambil bagian dalam perjalanan pembangunan Indonesia.

Tetap semangat. Tetap profesional. Tetap kritis. Tetap bersinergi. Dan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.
Itulah komitmen Yanti Tanjung dalam melangkah sebagai insan pers Pekanbaru

Red David E, S.E.

Bagikan Artikel

Langganan

Popular

Lebih banyak seperti ini
Related

Maulid Nabi Muhammad SAW di Karangbendo Berlangsung Meriah, Warga Bersatu dalam Kebersamaan dan Sholawat

BANYUWANGI — ijired Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW bersama...

Tinjau Kesiapan Alutista Jepang, Dandim 1209/Bengkayang Monitor Unloading Kapal Pendarat LCAC 

  Bengkayang – Dandim 1209/Bky Letkol Inf Aprianda, S.H., M.Sc.,...

Tinjau Karhutla di Lahan Gambut Kubu Raya, Wapres Tekankan Pentingnya Pengawasan Berkelanjutan

  Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau langsung titik kebakaran...

Sodik dan Kasie Tramtib Cipondoh kesalahpahaman berakhir Saling Memaafkan

IJI.RED  — TANGERANG — CIPONDOH. Kesalahpahaman yang sempat terjadi...