Banyuasin, IJI RED,-
Kondisi jembatan di RT 02 Dusun 01 dan Pintu Air di dusun 1 hingga dusun 4 Desa Purwodadi Kecamatan Selat Penuguan Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, yang rusak parah dan membahayakan warga, Jembatan vital yang telah rusak bertahun-tahun itu belum juga mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Jembatan yang sudah mengalami kerusakan lebih dari satu tahun itu merupakan akses vital masyarakat, mulai dari aktivitas sehari-hari, hingga akses warga untuk mengangkut hasil panen mereka.

Kondisi terbengkalainya jembatan dan pintu air didesa purwodadi yang memaksa kepala desa bersama warga turun tangan secara swadaya memang sangat memprihatinkan, namun semangat gotong royong tersebut menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat.
Merespons kondisi darurat semacam ini, harusnya pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk mengambil alih atau merenovasi infrastruktur tersebut menjadi permanen demi keselamatan warga. Mengingat pentingnya fungsi jembatan dan pintu air tersebut untuk akses serta kelancaran aktivitas warga.

Kepala Desa Purwodadi,”M. Takin” membenarkan kondisi jembatan dan pintu air tersebut sudah lama rusak dan selama ini hanya mendapatkan penanganan darurat, sudah beberapa kali buat proposal hingga kini belum juga terealisasi.
“Jembatan itu sudah berumur 36 tahun dari awal pertama transmigrasi memang sudah rusak. Selama ini hanya dilakukan perbaikan sementara menggunakan dana swadaya,” Ucapnya, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, jembatan tersebut satu-satunya akses penghubung ke desa tetangga. Karena perannya yang sangat penting, kerusakan jembatan dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat, Ungkapnya.

Sementara masyarakat desa Purwodadi berharap kepada Pemerintah Daerah maupun pemerintah pusat, agar jembatan dan pintu air ini bisa di perbaiki Karena kami terancam saat melintasi nya, sebab sudah banyak masyarakat yang jatuh,” Terangnya.
Jembatan itu sudah lama tidak di perbaiki oleh Dinas terkait apakah harus menunggu korban jiwa baru jembatan itu di perbaiki,” Pungkasnya dengan nada getir.
(Dedek Candra)