IJI.red, JAKARTA | – Menyambut momen bersejarah Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 pada 17 Agustus mendatang, Dewan Pimpinan Pusat Fast Respon Indonesia Center (DPP FRIC) menerbitkan instruksi resmi kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota di seluruh tingkatan, agar tidak hanya merayakan kemerdekaan lewat seremoni semata, melainkan mewujudkannya dalam tindakan dan pengabdian nyata bagi masyarakat.
Ketua Umum FRIC, H. Dian Surahman, menegaskan bahwa kemerdekaan adalah amanah yang harus terus dirawat lewat kontribusi yang nyata. “Kemerdekaan bukan sekadar upacara dan ucapan selamat. Kita isi dengan kerja, kita hadir untuk berkontribusi, dan pastikan setiap langkah FRIC membawa manfaat luas bagi rakyat,” tegasnya dalam pernyataan resmi, Rabu malam ini.
Lebih lanjut H. Dian mengajak seluruh elemen organisasi untuk turun langsung ke tengah masyarakat. “Jangan hanya diam di meja rapat. Pastikan ada dampak yang benar-benar dirasakan warga, terutama mereka yang membutuhkan,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP FRIC, H. Deden Hardening, merinci wujud aksi yang diharapkan: mulai dari pelaksanaan bakti sosial, pengobatan gratis, pembagian sembako, kerja bakti lingkungan, hingga penyuluhan hukum dan penyebaran informasi yang benar dan membangun. “Setiap DPW dan DPC wajib menyelenggarakan setidaknya satu kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat kecil, tepat sasaran, dan bermanfaat nyata,” ujar H. Deden.
Sejalan dengan tema peringatan nasional tahun ini “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, pimpinan FRIC menegaskan makna yang melekat di dalamnya: berdaulat berarti berdiri tegak mandiri, adil berarti berpihak pada yang lemah, dan makmur berarti kemajuan yang dirasakan bersama.
Organisasi ini juga mengingatkan peran strategisnya dalam menjaga persatuan. “Menyebarkan kebenaran dan melawan berita Hoax adalah bagian dari bela negara. Kita jaga kerukunan, kita tolak segala hal yang memecah belah bangsa,” tegas H. Dian.
Seluruh kegiatan diarahkan untuk berjalan secara profesional, transparan, dan terukur. “Dokumentasikan, laporkan, dan pastikan FRIC hadir sebagai mitra rakyat yang solutif, bukan sekadar simbol,” pesan Sekjen H.Deden.
Di akhir instruksinya, H. Dian Surahman mengajak seluruh kader untuk menjadikan momen ke-81 ini sebagai titik tolak pengabdian yang lebih dalam. “Dirgahayu Republik Indonesia. Mari kita buktikan cinta tanah air lewat karya, bukan sekadar kata. Bersama rakyat, wujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur seutuhnya.”
(IQbal 049)