Dua Tahun Tanpa Kejelasan, Warga Perangai Sesalkan Sikap Pemkab Lahat Soal Usulan Pembangunan Desa

Date:

 

​LAHAT — Sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat yang dinilai tidak merespons usulan pembangunan infrastruktur desa memicu kekecewaan warga. Kekecewaan mendalam tersebut disampaikan oleh Yan, seorang warga Desa Perangai, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

​Yan menyayangkan dua proposal penting yang diajukan masyarakat demi kemajuan desa mereka tak kunjung mendapat kepastian, meski sudah diserahkan selama kurang lebih dua tahun. Proposal tersebut mencakup rencana pembangunan jalan desa yang diserahkan langsung kepada Bupati Lahat, serta proposal pembangunan jembatan gantung yang disampaikan kepada Wakil Bupati Lahat.

​”Proposal pembangunan jalan desa itu kami serahkan langsung saat Bupati menghadiri kegiatan di Desa Lubuk Pedaro, Kecamatan Merapi Selatan, sekitar dua tahun lalu. Saat itu Bupati meminta kami menyerahkan berkasnya kepada ajudan beliau, Andre. Namun sangat disayangkan, sampai detik ini tidak ada kabar sama sekali,” ungkap Yan dengan nada kecewa.

​Nasib serupa juga dialami proposal kedua mengenai pembangunan jembatan gantung. Yan mengaku menyerahkan berkas tersebut secara langsung ke kediaman Wakil Bupati Lahat yang saat itu berada di Desa Sirah Pulau. Maksud kedatangannya adalah menyampaikan aspirasi mendesak demi kepentingan mobilitas warga. Namun, usulan tersebut juga berakhir tanpa kejelasan.

​Menurut Yan, proposal yang mereka ajukan murni untuk kepentingan masyarakat umum dan selaras dengan visi Pemkab Lahat yang mengusung slogan “Menata Kota, Membangun Desa”.

​”Cak mane nak bangun desa kalau proposal bae dak direalisasikan. Padahal ini untuk pembangunan desa, bukan untuk kepentingan pribadi kami,” tegasnya.

​Sebagai salah satu pendukung setia kepemimpinan BZ-Win pada kontestasi pemilihan kepala daerah lalu, Yan merasa aspirasi dan partisipasi warga seolah tidak diindahkan oleh kepala daerah.

​Ia juga menyoroti kondisi pembangunan daerah saat ini yang dinilainya belum berfokus pada kebutuhan mendasar masyarakat desa. Alih-alih merespons usulan yang sifatnya prioritas dan langsung menyentuh kebutuhan publik, pemerintah daerah justru membiarkan proyek-proyek infrastruktur yang dinilai tidak berkualitas dan terbengkalai.

​”Kami sangat menyesalkan minimnya kepedulian pemerintah daerah terhadap pembangunan di tingkat desa. Yang ada saat ini, kita justru disuguhkan beberapa proyek mangkrak dan proyek pembangunan yang kualitasnya buruk,” pungkasnya.

​Masyarakat Desa Perangai berharap Pemkab Lahat dapat memberikan perhatian nyata serta menindaklanjuti usulan pembangunan infrastruktur dasar demi kelancaran aktivitas dan perekonomian warga desa.

Iji/Indonesia jurnalis independen/Yansuri/

Bagikan Artikel

Langganan

Popular

Lebih banyak seperti ini
Related

Semangat Memperkokoh Ideologi Pancasila, Korem 031/WB Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Iji.red Pekanbaru - Dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila,...

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai : Kenaikan Pangkat Harus Dibuktikan dengan Kinerja dan Keteladanan

Iji.red Pekanbaru – Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr....

Karhutla Belum Sepenuhnya Padam, Personel Kodam XIX/Tuanku Tambusai Terus Berjibaku di Lapangan

Iji.red Pekanbaru – Kodam XIX/Tuanku Tambusai melalui satuan jajarannya...

SHM Kristian Feoh Masuk Babak Baru, Bupati Rote Ndao Bertemu Penerima Kuasa di Jakarta

JAKARTA | IJI.RED — Pengurusan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas...