Kepsek SDN 017 Kampung Baru Diduga Mangkir Berbulan-bulan, GEMPI Sul-Bar Ultimatum Pemkab Mamasa

Date:

IJI Red MAMASA : Gelombang amarah dan desakan copot jabatan mengguncang Kabupaten Mamasa. Gerakan Mahasiswa Pemuda Intelektual Sulawesi Barat (GEMPI Sul-Bar) melayangkan ultimatum paling keras dan gertakan pamungkas kepada Dinas Pendidikan serta Bupati Mamasa terkait dugaan skandal ketiadaan kepemimpinan di SD Negeri 017 Kampung Baru.

Kepala Sekolah SD 017 Kampung Baru diduga kuat telah menelantarkan tugas dan membolos selama berbulan-bulan. Berdalih sibuk mengurus perbaikan data, Kepsek tersebut dinilai secara terang-terangan membangkang dan mengabaikan surat teguran resmi yang dilayangkan oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan setempat.

Ketua GEMPI Sul-Bar, Rizal Kahfi, menegaskan bahwa pihaknya telah melayangkan surat resmi dan tidak akan lagi bertoleransi terhadap kompromi apa pun.

“Surat resmi sudah kami layangkan. Langkah persuasif sudah kami tempuh. Kami sudah laporan ke Korwil, tetapi tidak diindahkan. Kepsek ini sudah membangkang!” tegas Rizal Kahfi dengan nada berang, Senin (29/9/2026).

Rizal mengungkapkan bahwa temuan ini bukanlah gertak sambal atau sebatas rumor belakangan. GEMPI Sul-Bar bersama warga telah melakukan investigasi dan sidak langsung ke lokasi untuk membuktikan bobroknya manajemen sekolah tersebut.

Hasilnya mencengangkan, kegiatan belajar-mengajar berlangsung terlunta-lunta tanpa pernah dihadiri sosok Kepala Sekolah.

“Kami mendapat laporan dari masyarakat, dan setelah kami turun langsung ke sekolah untuk pengecekan, fakta itu terbukti! Sekolah berjalan tanpa kening kehadiran Kepala Sekolah. Guru dan siswa menjadi korban langsung dari kemalasan pimpinannya!” cercar Rizal.

Ia menambahkan, pembiaran yang berlarut-larut ini menjadi bukti telanjang bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa diduga kuat melindungi praktik buruk serta gagal total dalam menjalankan fungsi pengawasan.

Tak main-main, GEMPI Sul-Bar bersama masyarakat Talippuki kini mematok batas waktu (deadline) ketat bagi Pemkab Mamasa untuk segera mengeksekusi pencopotan sang Kepsek. Jika tuntutan tersebut diabaikan, gelombang massa dipastikan bakal melumpuhkan pusat pemerintahan Mamasa.

“Jika tidak ada tindakan tegas pencopotan, maka kami bersama masyarakat akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran. Kami akan menduduki Kantor Dinas Pendidikan dan Kantor Bupati Mamasa!” ancam Rizal.

Bahkan, Rizal memberi peringatan penutup yang kian menyudutkan jajaran pejabat daerah. Aksi massa mendatang dijanjikan bakal menjadi ajang pembuktian dan pembongkaran skandal pendidikan Mamasa secara menyeluruh.

“Kami tidak hanya membawa satu kasus ini. Kami akan membongkar seluruh carut-marut yang mendekam di Dinas Pendidikan Mamasa. Semua bobrok itu akan kami suarakan langsung di depan muka Bupati!” pungkasnya tegas. (ZUL)

Bagikan Artikel

Langganan

Popular

Lebih banyak seperti ini
Related

Bupati Samosir Vandiko Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Jaga NKRI

Samosir, iji.red - Pemerintah Kabupaten Samosir menggelar Upacara Peringatan...

Peringati Hari Kesaktian Pancasila 2026, Wakapolres Pinrang Tekankan Pentingnya Persatuan

IJI.RED, PINRANG — Wakapolres Pinrang Kompol Nurdin, S.Sos., bersama...

Semangat Memperkokoh Ideologi Pancasila, Korem 031/WB Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Iji.red Pekanbaru - Dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila,...

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai : Kenaikan Pangkat Harus Dibuktikan dengan Kinerja dan Keteladanan

Iji.red Pekanbaru – Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr....