






Samosir, iji.red – Ulos Suri Suri merupakan salah satu ulos tradisional Batak Toba yang digunakan sebagai hande hande kaum Bapak. Nama suri suri berasal dari kata suri (sisir) dimana pada pola ulos suri suri menyerupai gigi sisir. Motifnya tersusun dari garis garis dan bentuk geomeris yang rapi, mencerminkan keteraturan, keharmonisan dan ketekunan
Beberapa makna filosofis Ulos Suri Suri antara lain :
1. Melambangkan keteraturan. Kesabaran dan ketekunan dalam menjalani kehidupan
2. Menjadi simbol doa agar keluarga hidup rukun dan sejahtera
3. Mencerminkan ikatan kekeluargaan yang kuat, sebagaimana benang benang yang saling terjalin
Harga Ulos Suri Suri Tenun Tangan berkualitas tinggi dikisaran Rp 600.000 – Rp 700.000,-
Tumpak Situmorang kelahiran Urat Samosir merencanakan akan memakai hande hande dari Ulos Suri Suri pada saat ada Ulaon Adat keluarga besarnya. Saya membeli 3 Ulos Suri Suri buatan partonun Muara dari penjual ulos di Desa Lumban Suhi Suhi Toruan di harga per ulos Rp 700.000,- Saya sudah punya 3 Ulos Suri Suri, perlu tambahan 3 Ulos Suri Suri lagi karena kami ada 6 bersaudara
Semogalah makna filosofis Ulos Suri Suri tersebut menjadi nyata dalam keluarga besar kami Dr drh Rotua Wendeilyna Simarmata MSi CMed CPP CIJ CPW yang biasa disapa Wendy yang merupakan pemilik PT Simarmata Wendeilyna Ulos mengapresiasi upaya Tumpak Situmorang dan keluarganya yang telah berperan untuk melestarikan Ulos Suri Suri yang akan digunakan pada acara keluarganya. Kemungkinan terkendala harga, sehingga sekarang jarang kaum Bapak menggunakan Ulos Suri Suri, namun dengan semangat mendukung budaya Batak melalui pemakaian Ulos Suri Suri, walaupun harganya cukup tinggi, saya berharap Kaum Bapak bersedia memakai Ulos Suri Suri hasil tenunan tangan, ujar Wendy (red)