IJI.RED- MAKASSAR – Gelombang dukungan mengalir untuk Ketua Gibran Center Sulawesi Selatan, Taufik Hidayat Sejumlah elemen masyarakat di Sulsel mendesak jajaran kepolisian hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengevaluasi proses hukum yang tengah menjerat Taufik di Polrestabes Makassar.
Kasus ini bermula dari langkah Taufik yang melaporkan dugaan korupsi program seragam sekolah gratis di Kota Makassar ke KPK.
Namun, buntut dari pengunggahan konten pemberitaan terkait dugaan korupsi tersebut di akun TikTok miliknya, Taufik justru ditetapkan sebagai tersangka dugaan pelanggaran UU ITE oleh Polrestabes Makassar.
“Perkara ini berawal dari unggahan di TikTok mengenai berita dugaan korupsi seragam sekolah gratis, yang sebenarnya sudah saya laporkan resmi ke KPK,” ujar Taufik kepada media, Selasa (4/8/2026).
Penetapan tersangka ini memicu keprihatinan publik.
Elemen masyarakat yang mengawal kasus ini menilai warga yang berani membongkar dan melaporkan indikasi korupsi seharusnya mendapatkan perlindungan hukum, bukan malah terancam pidana.
Merespons dinamika tersebut, masyarakat menyampaikan beberapa poin desakan:
Evaluasi Polda Sulsel
Mendesak Kapolda Sulawesi Selatan mengevaluasi penanganan perkara di Polrestabes Makassar, termasuk mengambil alih penanganan kasus jika ditemukan ketidak profesionalan.
Perhatian Kapolri
Meminta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo turun tangan memastikan penegakan hukum berjalan adil, transparan, dan akuntabel.
Tindak Lanjut KPK & DPR RI Mengimbau KPK dan Komisi III DPR RI mengawal laporan dugaan korupsi seragam sekolah gratis agar diproses tuntas sesuai kewenangan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polrestabes Makassar maupun Polda Sulawesi Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait pendelegasian maupun tuntutan evaluasi dari masyarakat tersebut. (**)