IJI Red MAMUJU : Kejahatan ekologis berkedok tambang emas ilegal di wilayah Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, kian membara dan meledak ke permukaan. Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) Sulbar secara terbuka membongkar skandal pengerukan kekayaan alam ini, sekaligus melemparkan tantangan terbuka kepada Polresta Mamuju dan Polda Sulbar untuk memburu serta meratakan para mafia tambang hingga ke akar-akarnya!
Praktik haram ini kian benderang setelah GERAK Sulbar mengantongi bukti pamungkas berupa foto operasional alat berat ekskavator raksasa Hyundai warna hitam-oranye yang dengan tenang dan leluasa membabat serta merusak kawasan Kalumpang tanpa tersentuh hukum.
Ketua GERAK Sulbar, Ahmad, menegaskan organisasinya tidak akan mundur selangkah pun melihat tanah kelahiran mereka digagahi demi melobi pundi-pundi emas milik cukong dan oknum rakus.
“Kami mendesak aparat kepolisian segera turun ke lapangan dan melakukan tindakan sesuai hukum! Jika aktivitas tersebut terbukti ilegal, harus dihentikan dan alat berat yang digunakan HARUS DIAMANKAN!” tegas Ahmad dengan nada berapi-api.
Ahmad membongkar bahwa pengerukan emas tanpa izin ini adalah ancaman bencana ekologis maha dahsyat. Rakyat Kalumpang terancam ditumbal sedemikian rupa demi pundi-pundi emas yang dirampok secara terstruktur.
“Lingkungan harus dijaga! Jangan sampai aktivitas pertambangan ini justru meninggalkan bencana dan kerusakan parah yang harus ditanggung rakyat dalam jangka panjang!” semprotnya tajam.
Sebagai bentuk perlawanan, GERAK Sulbar melayangkan 3 Tuntutan Mati:
- SERGAP & USUT: Polresta Mamuju dan Polda Sulbar wajib menerjunkan tim khusus untuk melakukan penyelidikan kilat atas kejahatan tambang emas ilegal di Kalumpang.
- SITA & SIKAT: Menyita dan mengandangkan seluruh ekskavator serta alat berat di lokasi sebagai bukti kejahatan tindak pidana.
- STOP TOTAL: Menghentikan seluruh aktivitas perusakan lingkungan tanpa toleransi!
GERAK Sulbar memberikan peringatan keras kepada aparat agar tidak “masuk angin” atau menjadikannya sekadar formalitas di atas kertas. Polisi ditantang membongkar aktor intelektual di balik layar, siapa cukong pemodal besarnya, siapa pemilik ekskavatornya, dan siapa dalang yang memperkaya diri dari emas Kalumpang?
Kini bola panas meledak di meja jajaran kepolisian. Publik menanti dengan dada sesak, Apakah Polresta Mamuju dan Polda Sulbar berani menyikat habis mafianya, atau membiarkan harta bumi Kalumpang terus dirampok sampai hancur? (ZUL)