Ketua Kwarda Sumut: Jamda XI 2026 Cetak Sejarah, Pertama di Indonesia Tanpa Pungutan Biaya
DELISERDANG – (iji.red)– Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sumatera Utara (Sumut) Dikky Anugerah Panjaitan menyatakan Jambore Daerah (Jamda) XI Gerakan Pramuka Sumut Tahun 2026 mencetak sejarah sebagai jambore daerah pertama di Indonesia yang diselenggarakan tanpa memungut biaya dari peserta. Kegiatan yang berlangsung di Bumi Perkemahan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, pada 8–12 Juli 2026 itu juga menjadi jambore terbesar yang pernah digelar di Sumatera Utara dengan melibatkan 5.575 peserta.
Hal tersebut disampaikan Dikky Anugerah Panjaitan dalam laporannya pada pembukaan Jamda XI Gerakan Pramuka Sumut yang dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, Rabu (8/7/2026).
“Jamda XI Sumatera Utara Tahun 2026 diikuti 5.575 orang, terdiri atas 3.650 peserta Penggalang, 250 pembina pendamping, 50 pimpinan kontingen, 265 panitia penyelenggara, 50 peserta pendukung, serta dihadiri undangan, masyarakat, pelaku UMKM, dan ribuan pengunjung,” ujar Dikky.
Menurutnya, besarnya jumlah peserta menjadikan Jamda XI sebagai kegiatan kepramukaan terbesar di Sumatera Utara. Karena itu, seluruh aspek penyelenggaraan dipersiapkan secara matang, mulai dari keamanan, layanan kesehatan, transportasi, hingga manajemen risiko agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.
“Ini merupakan kegiatan terbesar di Sumatera Utara yang memobilisasi ribuan peserta dalam satu kawasan. Seluruh aspek, baik keamanan, kesehatan, transportasi, maupun manajemen risiko telah dipersiapkan secara terpadu. Ini juga pertama kali pelaksanaan jambore di Indonesia yang tidak memungut biaya kepada pesertanya,” katanya.
Dikky mengatakan, kebijakan penyelenggaraan tanpa pungutan biaya merupakan bentuk komitmen Kwarda Gerakan Pramuka Sumut untuk memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada Pramuka Penggalang dari seluruh kabupaten dan kota agar dapat mengikuti jambore tanpa terkendala faktor ekonomi.
Ia berharap Jamda XI tidak hanya menjadi ajang pertemuan ribuan Pramuka Penggalang, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, kreativitas, serta memperkuat semangat persaudaraan dan gotong royong antargenerasi muda di Sumatera Utara.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mengatakan Jambore bukan sekadar kegiatan berkemah, melainkan wadah pembentukan karakter generasi muda yang mampu menghadapi tantangan zaman dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.
“Manfaatkan setiap kegiatan selama Jambore ini untuk menambah pengalaman, memperluas persahabatan, mengembangkan kreativitas, melatih kepemimpinan, dan membangun semangat gotong royong. Jadilah teladan di sekolah, keluarga, dan masyarakat. Jadilah generasi yang membawa solusi, bukan sekadar menjadi penonton perubahan zaman,” ujar Surya.
Apresiasi juga disampaikan Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Bachtiar Utomo. Ia menilai pelaksanaan Jamda XI Sumut merupakan terobosan yang patut diapresiasi karena menjadi jambore daerah pertama di Indonesia yang digelar tanpa membebankan biaya kepada peserta.
“Di sinilah persahabatan dibangun, kepemimpinan dilatih, karakter ditempa, dan cita-cita masa depan mulai dipersiapkan. Saya mengapresiasi Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan sangat baik,” kata Bachtiar.
Jamda XI Gerakan Pramuka Sumut berlangsung pada 8–12 Juli 2026 dengan mengusung berbagai kegiatan kepramukaan, pendidikan karakter, keterampilan, pengabdian, serta pertunjukan seni dan budaya. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir generasi muda yang tangguh, berkarakter, berjiwa kebangsaan, dan siap menjadi pemimpin masa depan.(Isj0216)