IJi.Red
“LAHAT, Masyarakat Desa Cempaka Wangi, Desa Lematang Jaya kembali menggelar aksi unjuk rasa mendesak penggunaan jalan dan fasilitas umum yang di alih fungsikan menjadi Jalan Hauling Batu Bara PT ANTAR LINTAS RAYA (PT ALR) di hentikan.
Masyarakat yang tergabung dalam aksi mendesak penghentian semua aktifitas angkutan batu bara di jalan tersebut. Tuntutan mereka sangat normatif, minta dibangunkan jalan yang selama ini merupakan akses mereka melakukan aktifitas keseharian mereka. Dan yang terpenting tidak ada aktifitas kegiatan dari perusahaan sebelum jalan yang mereka dituntut dibuat dan selesaikan.
Ada indikasi pihak PT. ALR hanya mengulur waktu, secara kasat mata mereka sudah mengabaikan segala bentuk sosial kemasyarakatan, dengan bukti mereka telah melakukan houling pada siang hari dan malam selama 24 jam tanpa henti.
Menyikapi hal ini, Aprizal Muslim, Ketua PW GNPK-RI Provinsi Sumatera Selatan sebagai Putra Daerah Kabupaten Lahat pada masa nya meminta PT ANTAR LINTAS RAYA menghentikan semua aktivitas angkutan batu bara di jalan tersebut sebelum jalan Hauling batu bara yang mereka bangun dapat di fungsikan.
“Kesabaran masyarakat ada batas nya dan tolong Perusahaan jangan cuma mendulang ke untungan saja di bumi seganti setungguan ini tanpa memikirkan dampak dan keselamatan masyarakat sebagai pengguna jalan.” Ujar Afrizal Muslim. Senin (27/07/26).
Lanjut Afrizal Muslim, “Ini sudah berkali-kali di peringat kan seperti nya PT ALR sengaja bermain dengan waktu yang pada akhir hanya meraup keuntungan saja tanpa mau peduli dengan penderitaan dan keluh kesah masyarakat.”
Lebih lanjut Aprizal Muslim di akhir pernyataannya menegaskan bahwa “Masyarakat bisa berbuat anarkis kalau berkali-kali sudah menyampaikan tuntutan Masi juga seperti buta dan tuli.” [AM]