Ketum PWDPI: Jangan Terbawa Arus Politik Global, Tegakkan Independensi
IJI.RED | JAKARTA – Ketua Umum DPP Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), M. Nurullah RS, menyampaikan imbauan tegas kepada seluruh pengurus dan anggota PWDPI di seluruh Indonesia.
Di tengah cepatnya perubahan dinamika politik global dan pesatnya perkembangan teknologi informasi, insan pers diminta tetap waspada, cermat, serta menjaga prinsip independensi dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Dunia saat ini tidak lagi dibatasi jarak dan waktu. Isu politik, persaingan kepentingan, hingga pengaruh luar negeri bisa masuk dan menyebar sangat cepat ke dalam negeri. Ditambah kemajuan teknologi yang memudahkan penyebaran informasi, baik benar maupun rekayasa, menjadikan tugas pers semakin berat dan penuh tantangan,” tegas Nurullah RS, Sabtu 13/6/2026.
Ia mengingatkan, di balik kemudahan akses informasi tersembunyi berbagai kepentingan terselubung. “Banyak narasi, isu, atau berita yang dibangun bukan semata untuk menyampaikan fakta, melainkan untuk menggiring opini, memecah belah persatuan, atau menguntungkan pihak tertentu, baik dari dalam maupun luar negeri. Jika tidak cermat, wartawan bisa terjebak dan tanpa sadar menjadi alat penyebar informasi menyesatkan,” ujarnya.
Ketum PWDPI menegaskan independensi adalah nyawa profesi wartawan. “Ingat tugas pokok kita: mencari, menguji, dan menyampaikan kebenaran. Jangan terbawa arus tren sesaat, jangan terpengaruh tawaran apa pun, dan jangan memihak kepentingan kelompok atau asing. Kita harus berdiri di atas kebenaran, berpihak pada kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia,” pesannya.
Ia menambahkan, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana mempermudah kerja, bukan memanipulasi fakta. “Gunakan teknologi untuk mendalami sumber, memverifikasi data, dan memperluas jangkauan pemberitaan. Namun tetap pegang teguh kode etik: pastikan kebenaran, hindari hoaks, bedakan fakta dengan opini, dan jaga keseimbangan setiap pemberitaan,” jelasnya.
Nurullah RS meminta seluruh jajaran PWDPI dari pusat hingga daerah saling mengingatkan dan memperkuat kapasitas. “Perbanyak kajian, diskusi, dan pemahaman tentang situasi dunia serta perkembangan teknologi. Jadilah wartawan cerdas, kritis, dan berwawasan luas, sehingga mampu menyaring setiap informasi sebelum disampaikan ke publik,” ajaknya.
Di akhir, Ketum PWDPI menegaskan kredibilitas organisasi dan kepercayaan masyarakat ada di tangan masing-masing anggota. “Tetaplah menjadi mitra kritis pembangunan, penjaga kebenaran, dan benteng yang menjaga kepentingan bangsa. Jangan biarkan siapapun atau keadaan apa pun menggeser posisi independensi kita,” pungkasnya.
Humas DPP PWDPI