
Konawe,IJI.RED – Jembatan Konawe Hulu yang menjadi urat nadi penghubung utama antara Kabupaten Konawe dan Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Selasa (16/6/2026) mengalami kerusakan parah akibat peristiwa longsor tanah yang terjadi pada Selasa dini hari, sekitar pukul 01.30 WITA. Kejadian ini menyebabkan akses lintas kabupaten terputus total sementara waktu dan melumpuhkan arus transportasi barang maupun penumpang di kedua wilayah tersebut.
Longsor dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah sekitar Kecamatan Asinua, Kabupaten Konawe, selama lebih dari 12 jam berturut-turut. Massa tanah dan bebatuan dari tebing di sisi kanan jembatan longsor dan menimpa bagian abutmen serta badan jalan pendekat jembatan. Akibatnya, struktur penyangga terkikis, permukaan jalan tergerus, dan material longsor menutupi separuh bagian lintasan jembatan, sehingga kondisi lintasan menjadi sangat berbahaya jika dipaksakan dilalui.
Jembatan Konawe Hulu berada persis di perbatasan wilayah Kecamatan Asinua (Konawe) dan Kecamatan Uluiwoi (Kolaka Timur), membentang melintasi aliran Sungai Konaweha. Jembatan ini merupakan satu-satunya jalur darat langsung yang menghubungkan pusat pemerintahan dan pemukiman di kedua kabupaten tersebut.
Peristiwa longsor terdeteksi sekitar pukul 01.30 WITA, Selasa (16/6/2026). Laporan resmi diterima oleh petugas lapangan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta kepolisian setempat sekitar pukul 04.00 WITA, disusul peninjauan langsung mulai pukul 07.00 WITA di lokasi kejadian.
Gangguan ini langsung dirasakan oleh ribuan warga, pedagang, pengemudi angkutan umum, dan pelaku usaha di kedua kabupaten. Kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa berhenti menumpuk di kedua ujung akses jembatan. Warga yang biasanya mengangkut hasil pertanian seperti padi, kakao, dan kelapa dari Kolaka Timur menuju pasar induk di Konawe maupun Kendari terhambat, sehingga berisiko menimbulkan kenaikan harga kebutuhan pokok dan penurunan pendapatan petani.
salah seorang warga Desa Ambekairi, menyatakan kekhawatirannya: “Ini jalur hidup kami setiap hari. Jika lama tertutup, kami kesulitan menjual hasil panen dan membeli kebutuhan harian. Kami berharap pemerintah segera turun tangan menangani kerusakan ini.
Selain faktor curah hujan ekstrem, kondisi topografi wilayah yang berbukit serta daya serap tanah yang berkurang akibat alih fungsi lahan menjadi faktor pendukung terjadinya longsor. Air hujan meresap ke dalam lapisan tanah, menambah bobot hingga akhirnya mendorong massa tanah meluncur ke bawah dan menimpa bangunan jembatan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Masyarakat diminta tetap bersabar dan menghindari lokasi longsor hingga dinyatakan aman untuk dilalui kembali.(SAIMIN)
Longsor Rusak Jembatan Penghubung Konawe-Kolaka Timur, Arus Transportasi Terganggu
Date: