BATANG | — Harapan melambung tinggi, namun jatuh jauh lebih perih. Begitulah kisah 66 siswa asal Brebes yang bermimpi bekerja di Jepang, justru malah dirugikan hingga lebih dari Rp1,8 miliar. Uang itu bukan berasal dari harta melimpah — melainkan dikumpulkan susah payah oleh keluarga sederhana, demi mengubah nasib anak-anak mereka.
Awalnya Semua Indah
Terlapor berinisial F, warga Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, menawarkan kerja sama pemberangkatan kerja ke Jepang kepada Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) berinisial NS. Tawaran itu terdengar meyakinkan — ada surat-surat perizinan yang ditunjukkan, membuat para siswa dan keluarganya percaya sepenuhnya.
Uang Dilunasi, Tapi Keberangkatan Tak Pernah Ada
Puluhan siswa melunasi seluruh biaya pemberangkatan. Namun waktu berlalu, janji keberangkatan terus tertunda, dan tak satu pun dari 66 siswa itu yang benar-benar berangkat. Harapan yang dibangun perlahan berubah menjadi kecemasan dan kepanikan.
Kebenaran Terungkap, Semua Ternyata Tipuan
Pihak LPK mulai menelusuri kebenaran — mendatangi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Batang, Dinas Tenaga Kerja Provinsi, hingga kementerian terkait. Hasilnya mengejutkan sekaligus memurungkan: lembaga milik F ternyata belum terverifikasi dan tidak memiliki izin. Surat-surat perizinan yang dulu dipamerkan diduga dokumen palsu, dibuat semata-mata untuk meyakinkan dan menarik uang mereka.
Laporan ke Polisi, Ada Rasa Marah & Sesal
Kini kasus itu dilaporkan ke Unit III Satreskrim Polresta Batang dengan dugaan penipuan, penggelapan uang, pemalsuan surat, hingga Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). NS hadir memenuhi pemeriksaan sebagai korban sekaligus pelapor pada Kamis (3/9/2026).
Di balik angka Rp1,8 miliar itu, ada keluarga yang berharap anaknya bisa membantu perekonomian rumah, ada mimpi yang dibangun dengan tulus — namun dimanfaatkan oleh ketidakjujuran dan keserakahan.
Terlalu tinggi angan-angan, hingga lupa menapak bumi. Terlalu percaya pada janji manis, sampai tak sadar sedang dipermainkan. Semoga ini jadi pelajaran pahit — sebelum mengejar mimpi ke negeri orang, pastikan jalan yang ditawarkan itu benar, bukan jebakan yang merenggut segalanya.
(IQbal 049)