FGMM Kecam Keras Dugaan Kelalaian Pengawasan Material Proyek Sekolah Rakyat di Mamuju, Ancam Aksi Berjilid

Date:

IJI Red. MAMUJU : Kader Forum Gerakan Mahasiswa Merdeka (FGMM), Fauzan, melontarkan kecaman keras terhadap dugaan kelalaian dalam proses pengawasan sumber material pada pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Menurutnya, dugaan tersebut harus segera ditindaklanjuti karena berpotensi mencederai tujuan mulia pembangunan fasilitas pendidikan bagi masyarakat.

Fauzan menilai, apabila benar terdapat kelalaian dalam pengawasan maupun dugaan pelanggaran yang melibatkan pelaksana proyek, termasuk PT Hutama Karya, maka hal tersebut harus diusut secara transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pembangunan Sekolah Rakyat adalah program strategis yang bertujuan meningkatkan akses pendidikan masyarakat. Karena itu, setiap tahapan pelaksanaannya wajib memenuhi spesifikasi teknis, mengedepankan transparansi, serta menjamin keselamatan kerja,” tegas Fauzan.

Ia mengingatkan bahwa penyelenggaraan proyek konstruksi harus berpedoman pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, yang mengatur penyelenggaraan jasa konstruksi sesuai standar dan keselamatan kerja, serta Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang menjamin hak masyarakat memperoleh informasi terkait penyelenggaraan proyek yang menggunakan anggaran negara.

FGMM mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat bersama PT Hutama Karya untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan memperketat pengawasan terhadap proses pembangunan Sekolah Rakyat. Menurut Fauzan, langkah tersebut penting untuk menjaga kualitas proyek sekaligus memulihkan kepercayaan publik.

Fauzan menegaskan, apabila tuntutan tersebut tidak direspons secara serius, FGMM akan menggelar konsolidasi besar-besaran dan aksi unjuk rasa berjilid hingga pemerintah memberikan perhatian terhadap tuntutan mereka.

Sekolah Rakyat seharusnya menjadi penyelamat masa depan pendidikan di Provinsi Sulawesi Barat, bukan justru membuka ruang bagi praktik-praktik yang merugikan masyarakat. Kami akan terus mengawal proyek ini demi memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat,” ujar Fauzan. (ZUL)

Bagikan Artikel

Langganan

Popular

Lebih banyak seperti ini
Related

Isman Semara,S.H Jadi Pendaftar Pertama Bakal Calon Kepala Desa Tamborasi

KOLAKA,IJI.RED — Isman Semara, S.H. menjadi pendaftar pertama dalam...

Maulid Nabi Muhammad SAW di Karangbendo Berlangsung Meriah, Warga Bersatu dalam Kebersamaan dan Sholawat

BANYUWANGI — ijired Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW bersama...

Tinjau Kesiapan Alutista Jepang, Dandim 1209/Bengkayang Monitor Unloading Kapal Pendarat LCAC 

  Bengkayang – Dandim 1209/Bky Letkol Inf Aprianda, S.H., M.Sc.,...

Tinjau Karhutla di Lahan Gambut Kubu Raya, Wapres Tekankan Pentingnya Pengawasan Berkelanjutan

  Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau langsung titik kebakaran...