Kota Bitung, iji :Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti Ruang Sinyo Harry Sarundajang, Kantor Walikota Bitung, pada Sabtu (13/06/2026).
Sebanyak 67 siswa dan siswi Raudhatul Athfal (RA) Al-Muhajirin resmi menyelesaikan masa pendidikan anak usia dini mereka dalam acara Penamatan Angkatan XXXI Tahun Ajaran 2025/2026.
Pemilihan lokasi di ruang utama kantor walikota bukan sekadar kebetulan, melainkan bentuk nyata dukungan dan pengakuan penuh Pemerintah Kota Bitung terhadap peran lembaga pendidikan Islam dalam membangun generasi sejak usia dini.
Ke-67 lulusan tersebut dinyatakan lulus dengan kualitas terbaik, membuktikan bahwa RA Al-Muhajirin berhasil mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia serta pondasi keimanan yang kuat.
Kepala Sekolah RA Al-Muhajirin, Dra. Lisna J. Ismail, M.Pd., menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah. “Kami mengapresiasi kepercayaan dan peran aktif orang tua dalam mendampingi pembelajaran anak di rumah.

Terima kasih juga kepada Pemerintah Kota Bitung yang telah memfasilitasi acara ini dengan baik, sehingga berlangsung khidmat dan bermakna,” ujarnya.
Ia berharap para lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar dengan tetap memegang teguh nilai-nilai Islami yang telah ditanamkan.
Sementara itu, Ketua Yayasan RA Al-Muhajirin, Maskyur Alma’muni, M.Pd., menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. “Terima kasih kepada Kementerian Agama Kota Bitung dan Pemerintah Kota Bitung atas dukungan dan kerja sama yang terjalin.
Kami juga mengapresiasi dedikasi para guru yang mendidik dengan sepenuh hati,” katanya. Ia berharap lembaga ini terus berinovasi menjadi pusat pendidikan yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan nilai keagamaan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bitung, H. Yahya W. Pasiak, menilai penyelenggaraan acara ini sebagai bukti nyata perhatian negara terhadap pendidikan keagamaan.
“Ini menunjukkan bahwa pendidikan berbasis nilai luhur mendapatkan tempat yang layak di tengah pembangunan daerah. Kami berharap anak-anak ini tumbuh menjadi generasi yang moderat, toleran, dan siap berkontribusi membangun Kota Bitung serta Indonesia,” ungkapnya.
Mewakili teman-temannya, siswa bernama Afnan menyampaikan rasa terima kasih secara tulus.

“Terima kasih kepada Bapak dan Ibu Guru yang telah mengajar kami dengan sabar, juga kepada Mama dan Papa yang selalu mendukung. Semoga kami semua bisa melanjutkan sekolah dan tetap menjadi anak yang sholeh,” ucapnya dengan lugu.
Acara ditutup dengan penyerahan tanda kelulusan secara simbolis, penampilan seni bernuansa Islami, serta sesi foto bersama. Momen ini menjadi tonggak penting bagi RA Al-Muhajirin dalam melanjutkan peran strategisnya membangun generasi muda yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia.