IJI.red, JAKARTA | – Momen bahagia pembukaan tahun ajaran baru berubah total menjadi kepanikan di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin pagi ini. Saat upacara pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) baru saja berlangsung, pihak sekolah menerima ancaman penempatan bom di 11 titik lokasi. Ratusan siswa langsung dievakuasi, dan aparat keamanan dikerahkan sepenuhnya. Setelah pemeriksaan teliti, polisi memastikan ancaman itu sepenuhnya palsu, namun jejak pelaku sudah terdeteksi.
Berikut lima fakta tegas yang terungkap dari peristiwa ini:
1. Ancaman Masuk Tepat Saat Upacara Berlangsung
Guru dan staf tata usaha menerima pesan ancaman lewat WhatsApp dari nomor tak dikenal tepat pukul 06.28 WIB, di tengah jalannya upacara bendera. Pengirim menyebut sekolah akan meledak dalam hitungan menit karena sudah dipasang bom di 11 titik. Pengirim bahkan menelepon langsung dan melarang pihak sekolah melapor ke kepolisian.
2. Sekolah Langsung Lakukan Evakuasi Cepat
Tanpa menunggu lama, pihak sekolah segera melapor ke Polsek Jagakarsa pukul 07.30 WIB. Demi keselamatan nyawa siswa, guru, dan orang tua, aparat langsung memerintahkan evakuasi menyeluruh ke area lapangan terbuka. Kegiatan MPLS hari pertama dihentikan seketika, dan seluruh siswa dipulangkan didampingi orang tua.
3. Tim Khusus Kepolisian Dikerahkan Penuh
Area sekolah langsung ditutup dan disterilkan. Dua unit kendaraan Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob beserta personel Densus 88 diterjunkan untuk memeriksa setiap sudut ruangan. Petugas Dinas Perhubungan dan Pemadam Kebakaran juga bersiaga ketat di lingkungan sekitar untuk antisipasi risiko.
4. Penyisiran Menyeluruh Selama Lebih Dua Jam
Petugas memeriksa dengan sangat teliti seluruh bangunan dan titik yang disebut dalam pesan ancaman. Proses berlangsung lebih dari dua jam mengikuti prosedur standar ketat, guna memastikan tidak ada satu pun benda berbahaya yang tertinggal.
5. Polisi Nyatakan Ancaman Hoaks, Identitas Pelaku Sudah Didapat
Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi menegaskan, hasil pemeriksaan menyeluruh tidak ditemukan bahan peledak maupun benda mencurigakan. Ancaman itu murni berita bohong yang dibuat untuk menimbulkan keresahan. Meski sekolah sudah dinyatakan aman, kegiatan belajar hari ini tetap dihentikan demi menjaga kondisi psikologis siswa. Polisi menegaskan telah mengantongi identitas pemilik nomor yang digunakan, dan kasus kini diselidiki tuntas untuk menjerat pelaku sesuai hukum yang berlaku.
(IQbal 049)