“Bukan Lagi Tentang Diam: ‘Saat Aku Bersuara’ Hadir sebagai Seruan Melawan Kekerasan Seksual di Indonesia”

Date:

JAKARTA, Iji.red – Di tengah meningkatnya kesadaran publik terhadap pentingnya perlindungan bagi penyintas kekerasan seksual, perfilman Indonesia menghadirkan sebuah karya yang berani membuka ruang diskusi yang selama ini kerap dianggap tabu,Film “Saat Aku Bersuara” hadir bukan hanya sebagai tontonan drama, melainkan juga sebagai refleksi sosial tentang beratnya perjuangan penyintas dalam mencari keadilan.

Disutradarai oleh Sonu Samtani dan ditulis oleh Tisa TS, film yang akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 18 Juni 2026 ini mengangkat kenyataan pahit yang dialami banyak korban kekerasan seksual: ketakutan untuk berbicara, tekanan lingkungan, hingga sistem yang belum sepenuhnya berpihak kepada mereka.

Melalui karakter Nadia, yang diperankan Marshanda, penonton diajak menyelami perjalanan emosional seorang pengacara muda yang tampaknya memiliki kehidupan ideal, Namun semua berubah ketika ia harus berhadapan dengan kasus yang menyeret nama putra seorang pengusaha berpengaruh dalam dugaan tindak pemerkosaan.

Konflik menjadi semakin kompleks saat Nadia sendiri mengalami peristiwa traumatis yang mengubah arah hidupnya, Dari seorang profesional yang terbiasa membela keadilan, ia kini berada pada posisi sebagai penyintas yang harus menghadapi luka batin, stigma sosial, serta keraguan terhadap sistem hukum yang seharusnya melindungi.

Di tengah keterpurukannya, Nadia mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat, termasuk Riana yang diperankan Hana Malasan, serta Adrian (Ibnu Jamil), seorang jaksa yang turut menyimpan kekecewaan terhadap berbagai celah dalam penegakan hukum, Bersama mereka, Nadia berupaya bangkit dan menemukan keberanian untuk memperjuangkan haknya.

Film produksi Arjuna Mega Films, Rain Creation, dan Lex Pictures ini tidak sekadar menghadirkan kisah personal seorang korban,Lebih jauh, “Saat Aku Bersuara” mengajak masyarakat untuk menyoroti berbagai persoalan yang masih membayangi penanganan kasus kekerasan seksual, mulai dari budaya menyalahkan korban (victim blaming), minimnya dukungan sosial, hingga kuatnya budaya bungkam yang membuat banyak penyintas memilih diam.

Kehadiran film ini menjadi penting karena menawarkan perspektif bahwa proses pemulihan penyintas membutuhkan empati dan dukungan dari lingkungan sekitar, Keberanian untuk berbicara bukanlah sesuatu yang mudah, namun sering kali menjadi langkah awal menuju pemulihan dan keadilan.

Selain mengangkat isu yang relevan, film ini juga menghadirkan deretan aktor dan aktris ternama Indonesia, Pertemuan kembali Marshanda dan Ibnu Jamil dalam satu proyek layar lebar setelah lebih dari satu dekade menjadi daya tarik tersendiri.

Film ini juga diperkuat oleh penampilan Lukman Sardi, Cut Mini, Lydia Kandou, Omar Daniel, Unique Priscilla, serta Teuku Rifnu Wikana,Di tengah dominasi film hiburan komersial, “Saat Aku Bersuara” menawarkan sesuatu yang berbeda: sebuah ruang untuk mendengar suara-suara yang selama ini terpinggirkan, Film ini mengingatkan bahwa di balik setiap kasus kekerasan seksual, ada individu yang berjuang memulihkan hidupnya dan membutuhkan keberpihakan dari masyarakat.

Mulai 18 Juni 2026, “Saat Aku Bersuara” tidak hanya mengajak penonton menyaksikan sebuah kisah di layar lebar, tetapi juga merenungkan pesan penting bahwa keberanian untuk bersuara dapat menjadi awal lahirnya perubahan,Sebab tidak ada seorang pun yang seharusnya menghadapi perjuangannya seorang diri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bagikan Artikel

Langganan

Popular

Lebih banyak seperti ini
Related

TK Negeri Weorima Wisuda 25 Siswa, Tandai Langkah Awal Menuju Pendidikan Dasar. ai

KONAWE, IJI. RED - TK  Negeri Weorima  dijadwalkan Menggelar...

Profesor Sutan Nasomal Apresiasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo

Profesor Sutan Nasomal Apresiasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden...

Ketua Umum DPP KNPI Pimpin Pelantikan Pengurus DPD KNPI Sultra Periode 2026-2029.

KENDARI, IJI. RED - Ketua Umum Dr. H. Ali...