Foto Ilustrasi Iki.red.2026
Iji.red-Rote Ndao – Media melakukan upaya konfirmasi kepada sejumlah pemerintah desa di wilayah Kecamatan Rote Barat dan Rote Barat Daya terkait perkembangan penggunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahap I Tahun Anggaran 2026.
Konfirmasi dilakukan melalui aplikasi WhatsApp kepada beberapa kepala desa dan penjabat (Pj) kepala desa sebagai bagian dari upaya memperoleh informasi yang berimbang mengenai realisasi penggunaan anggaran desa, pelaksanaan program, serta progres kegiatan yang telah berjalan.
Pihak yang dihubungi antara lain Pj Desa Mboeain, Pj Desa Sanggandolu, Pj Desa Sakubatun, Kepala Desa Batutua, serta beberapa pemerintah desa lainnya di wilayah tersebut.
Dalam permintaan konfirmasi tersebut, media meminta penjelasan mengenai besaran anggaran yang diterima, realisasi penggunaan DD dan ADD Tahap I, kegiatan yang telah dilaksanakan, tingkat serapan anggaran, hingga rencana pelaksanaan program berikutnya.
Namun, hingga berita ini disusun, sebagian besar pihak yang dihubungi belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang telah disampaikan.
Dari sejumlah desa yang dihubungi, hanya satu pemerintah desa yang memberikan respons dengan mengirimkan tautan publikasi desa. Setelah ditelusuri, publikasi tersebut memuat informasi bahwa Pemerintah Desa Sanggandolu telah melaksanakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap I Tahun Anggaran 2026 kepada 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan total penyaluran sebesar Rp9.000.000.
Media kemudian mencermati dokumen publikasi APBDes Desa Sanggandolu Tahun Anggaran 2026 yang juga tersedia untuk publik.
Berdasarkan dokumen tersebut, total pendapatan desa tercatat sebesar Rp609.591.435, terdiri atas Dana Desa Rp273.593.000, Alokasi Dana Desa Rp314.979.000, Bagi Hasil Pajak Rp20.619.099, dan komponen pendapatan lainnya.
Sementara itu, total belanja desa tercatat sebesar Rp626.256.028 dengan komposisi belanja terbesar berada pada Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa sebesar Rp329.468.298, disusul Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa sebesar Rp237.712.730, Bidang Penanggulangan Bencana, Keadaan Darurat dan Mendesak sebesar Rp41.000.000, Bidang Pembinaan Kemasyarakatan sebesar Rp13.575.000, serta Bidang Pemberdayaan Masyarakat sebesar Rp4.500.000.
Belanja tersebut ditopang tambahan pembiayaan dari SILPA tahun sebelumnya sebesar Rp16.664.593.
Analisis Wartawan
Dari pembacaan dokumen APBDes yang dipublikasikan, terlihat bahwa orientasi anggaran Desa Sanggandolu tahun 2026 lebih dominan diarahkan pada penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan.
Namun demikian, publikasi APBDes yang tersedia belum cukup menjawab pertanyaan mengenai realisasi penggunaan anggaran Tahap I, karena dokumen APBDes pada dasarnya menunjukkan rencana dan struktur anggaran, bukan laporan realisasi pelaksanaan kegiatan.
Di sisi lain, informasi yang diberikan melalui publikasi BLT-DD menunjukkan adanya kegiatan yang telah berjalan, tetapi belum memberikan gambaran utuh mengenai progres bidang lain seperti pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat, maupun serapan anggaran pada semester berjalan.
Dalam perspektif tata kelola pemerintahan, keterbukaan informasi bukan hanya menyampaikan jumlah anggaran, tetapi juga menjelaskan apa yang sudah dikerjakan, berapa yang telah dibelanjakan, dan apa hasil yang diterima masyarakat.
Karena itu, ruang konfirmasi tetap diperlukan agar publik memperoleh gambaran yang lengkap antara dokumen perencanaan (APBDes) dan dokumen pelaksanaan (realisasi anggaran).
Media tetap membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pemerintah desa yang telah dihubungi apabila terdapat penjelasan tambahan maupun data yang perlu dilengkapi sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang, akurat, dan sesuai kode etik jurnalistik. YH